Wilayah Adat

Negeri Tananahu

 Teregistrasi

Nama Komunitas Negeri Tananahu
Propinsi Maluku
Kabupaten/Kota MALUKU TENGAH
Kecamatan Teluk Elpaputih
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 11.937 Ha
Satuan Negeri Tananahu
Kondisi Fisik Bahari (Laut)
Batas Barat Negeri Liang
Batas Selatan Laut
Batas Timur Negeri Waraka
Batas Utara Gunung Lumute

Kependudukan

Jumlah KK 586
Jumlah Laki-laki 1355
Jumlah Perempuan 1310
Mata Pencaharian utama Berladang, berburu, nelayan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Tananahu berasal dari kata tananaku yang awalnya berasal dari 2 ?(dua) suku kata yakni tanah dan naku, yang merujuk pada tanah yang ditandai (nanaku) oleh sekelompok orang yang bersal dari batang gunung sulupe yang dikenal dengan nama tempat terbuka yang juga disebut Kenari Bakalal. Mereka ini awalnya berasal dari marihunu saat terjadi peperangan yang hebat akibat kekejaman latu Marihunu. Dari Marihunu mereka tinggal di sulupe. Namun karena sulupe sebagai tempat terbuka, maka mereka selalu diincar oleh kelompok-kelompok yang lain sehingga terus menerus terjadi perkelahian dan kekacauan. Karena tempat di sulupe dianggap tidak aman, maka mereka sepakat untuk mencari tempat tinggal yang lain untuk menghindari perkelahian dan kekacauan itu. Untuk itu mereka sepakat untuk menentukan tanah tempat kediaman mereka yang baru dari hasil panah dari juru (tukang) mawe. Cara yang mereka lakukan untuk memilih tanah/tempat kediaman yang baru yakni dengan cara memanah. Mereka kemudian nanaku (menandai) anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Setelah mencari berdasarkan nanaku yang menjadi patokan mereka, mereka menemukan anak tersebut ditempat yang bernama koli-kolia. Untuk itu mereka tinggal di koli-kolia dan nama yang mereka gunakan menjadi identitas kelompok tersebut adalah Tananaku yang artinya tanah dari hasil nanaku.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Ewang atau hutan alami (hutan rimba)
2. Dusun/kebun (ladang): a. Dusung Dati Pusaka Marga, b. Dusung Pribadi
3. Soa: kumpulan beberapa marga
4. Petuanan Soa: petuanan beberapa marga 
Sistem pengelolaan hasil hutan berupa kayu yang akan diambil oleh masyarakat harus seizin Saniri Negeri
Lahan Individu adalah lahan yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak,sedangkan lahan komunal yang sementara dipakai perusahaan untuk perkebunan dan masih menunggu keputusan ditarik HGU oleh Bupati. 

Kelembagaan Adat

Nama Saniri, Kewang, Soa
Struktur Struktur Lembaga Adat: Raja - Kewang - Soa >Marinyo >Masyarakat Struktur Pemerintahan: Raja (Saniri) Juru Tulis - Soa awaiya Talayane - Soa Apisano Rumalatea - Soa Tananahu Maahali - Soa Hitalesia Hitalesiakwane Marinyo Masyarakat
1. Saniri: menentukan/menetapkan marga keturunan Parenta (raja). Bertugas untuk membuat Perneg, mengontrol kerja-kerja pemerintah Negeri, menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah (raja), membantu pemerintah Negeri (raja) dalam menjalankan roda pemerintahan; 2. Soa: membantu pemerintahan Negeri (raja) dalam menjalankan tugas pemerintahan Negeri secara adat, mengatur anak-anak Soa, melaksanakan aturan-aturan adat; 3. Kewang: menjaga dan melindungi aset-aset Negeri (SDM); 4. Marinyo: menyampaikan Titah (perintah) dari Raja, Saniri, Keplasoa kepada masyarakat. 
Musyawarah Negeri, Musyawarah Soa, Musyawarah Lembaga Adat 

Hukum Adat

Sasi adat
Sasi (Sasi Darat dan Laut) adalah salah satu bentuk laragan adat yng berlaku dalam kurun waktu tertentu, yang bertujuan untuk menjaga sumber daya alam yang ada di negeri ini,Sasi dilakukan dalam dua bagian,bagian darat dan laut. Sasi darat berlaku keseluruhan,sadangkan sasiLaut berlaku pada wilayah yang sudah di tetapkan. 
Salele sanksi hukuman adat bagi masyarakat yg berbuat kesalahan (yg mendapat sanksi di pakaikan daun kelapa kemudian berjalan mengelilingi kampung/Negeri sambil meneriakkan kesalahan yg ia buat),pengambilan hasil hutan berupa kayu oleh masyarakat harus seizin Saniri Negeri 
1. Mencuri hukumannya cambuk, denda.
2. Selingkuh, hukumannya Salele. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Ikan Tuna Sagu, Ubi, Pisang Aren Sapi, Ayam, Kambing, Babi
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, Pinang
Papan dan Bahan Infrastruktur Meranti, Kayu Besi, Lenggoa, gupasa, Matoa, Rotan, Gaharu
Sumber Sandang -
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Pala, Cengkeh, Kelapa, Kakao
Sumber Pendapatan Ekonomi -