Wilayah Adat

Kampung Leban Para

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Kerabat
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SEKADAU
Kecamatan Nanga Taman
Desa Nanga Engkulun
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Kampung Leban Para
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Dusun Kure
Batas Selatan Desa Cenayan
Batas Timur Dusun Nanga Engkulun
Batas Utara Dusun Leminang

Kependudukan

Jumlah KK 32
Jumlah Laki-laki 71
Jumlah Perempuan 74
Mata Pencaharian utama bertani & berkebun karet

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kampung Leban Para berasal dari Nama Sungai, sungai itu nama nya sungai Leban Para. sungai itu yang mengalir ke sungai Engkulun maka orang menberi nya nama Kampung Leban Para. Kalau menurut sejarah nya. Orang yang pertama kali menbuka lahan di situ adalah orang dari kerabat (suku kerabat). Orang tersebut bernama Atok Jaya dan Atok Lunggak mereka ini berasal dari Kampung Tabalngkuk yaitu didalam sungai Kiyungkang.

Mula nya merka pindah ke Riam Pondong yaitu dalam Sungai Koman mungkin dikarenakan tidak cocok atau tidak serasi tinggal di situ mereka Atok Jaya dan Atok Lunggak pindah lagi mudik sungai Koman terus masuk ke Sungai Engkulun dan menetap di Sungai Leban Para. Untuk saat sekarang Sungai Leban Para berseberangan dengan Kampung yang ada sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Tembawang, kebun karet, tawang, bawas & tengkawang 
Penguasaan dan pengelolaan wilayah secara turun temurun(keluarga)kolektif , individu & hak bersama 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Desa Nanga Engkulun
Struktur Temenggung, Ketua Adat, RT
Temenggung : menyelesaikan adat yg tidak selesai di tingkat kampung/dusun

Ketua Adat : menyelesaikan perkara adat di kampung/dusun
 
Perkara yang terjadi diselesaikan di tingkat ketua adat dahulu yaitu tingkat dusun/RT, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat ketua adat perkara di naikkan lagi ke tingkat temenggung desa 

Hukum Adat

Adat berladang, panen, membuka hutan, menebang pohon, dll 
Adat pertunangan, adat perkawinan, adat kelahiran, adat kematian, adat salah basa, perkelahian, gawai adat, dll 
Adat salah basa
Kalau salah basa di tanah 8 poku 1 ekor ayam + 2 botol tuak
Kalau salah basa di rumah 16 poku 1 ekor ayam + 2 botol tuak
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi