Wilayah Adat

Tamang Dayak Koman

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Koman
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SEKADAU
Kecamatan Nanga Mahap
Desa Cenayan
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 4.133 Ha
Satuan Tamang Dayak Koman
Kondisi Fisik Dataran,Perairan
Batas Barat Desa Cenayan
Batas Selatan Desa Landau Apin
Batas Timur Desa Landau Kumpai
Batas Utara Desa Ng. Engkulun

Kependudukan

Jumlah KK 455
Jumlah Laki-laki 971
Jumlah Perempuan 936
Mata Pencaharian utama Berladang & berkebun sawit

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Keturunan Orang Dayak Koman yang pertama berasal dari Domong Paruci. Selanjutnya Domong Paruci menurunkan anaknya bernama Beringin dan Patah Lingah (tidak mempunyai keturunan). Beringin menurunkan Bungko Aor dan Pano (tidak mempunyai keturunan). Bungko Aor menurunkan Linteh dan Sugeh. Untuk keturunan orang Koman yang menjadi Dayak Koman sekarang ini adalah dari keturunan Sugeh. Keturunan sugeh adalah Inyan dan Semen. Selanjutnya Inyan menurunkan Ingat dan Pa’i mendiami kampung Piansa sekarang dan Pa’i menurunkan Cayau yang mendiami kampung Cenayan sekarang ini. Semen menurunkan Onok dan Laman tetap tinggal di kampung Tamang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Ladang, kebun karet, tembawang, pemukiman, kuburan, keramat, hutan adat, hutan rimba. 
individu & kelompok 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Adat Desa Cenayan
Struktur Temenggung - Mentehi Adat- RT
TEMENGGUNG, mempunyai tugas dan kewenangan: pertama, mengatur adat istiadat dan hukum adat. Kedua, menyelesaikan permasalahan di wilayah di adatnya. Ketiga, menyelesaikan kasus –kasus pelanggaran adat yang besar, seperti pembunuhan. Keempat, menyelesaikan kasus-kasus yang tidak mampu diselesaikan ditingkat MANTEHI ADAT.
MANTEHI ADAT, mempunyai Tugas dan kewenangan untuk: pertama, menyelesaikan permasalahan adat istiadat ditingkat Kampung/Dusun, dan kedua, menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran adat yang tidak dapat diselesaikan pengurus adat ditingkat RT. Sedangkan RT, Mempunyai tugas dan kewenangan untuk Menyelesaikan sengketa-sengketa ringan di tingkat RT 
Dengan masih kentalnya rasa kebersamaan yang ada di Kampung Cenayan, maka setiap ada persoalan, atau kegiatan-kegiatan besar selalu dirapatkan atau di musyawarahkan di tingkat kampung. Begitu juga dengan kebiasaan dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan perkara adat, maka didahului dengan musyawarah dulu untuk mencapai kata sepakat. Apabila terjadi suatu perkara adat, baik antar komunitas mereka, antar komunitas atau antar suku maupun pelanggaran sumber daya alam oleh pihak luar, seperti dengan perusahaan dan lainnya, maka diselesaikan melalui proses perkara adat. Menurut Adat Orang Koman di di Kampung Cenayan, satuan sanksi adat bagi pelanggar adat di sebut dengan “Poku” 

Hukum Adat

Adat Berladang, Nuba Adat, Mengambil Madu, berburu dll 
Adat Perkawinan
- Adat Kelahiran
- Adat Pengangkatan Anak
- Adat Perceraian
- Adat Kematian
 
Hukum Adat Nuba/Meracun
Barang siapa yang menggunakan tuba atau racun dan sejenisnya untuk menangkapikan, dimana racun tadi melanda alat penangkap ikanorang lain seperti bubu, pukat dan alat lainnya.
a) Hukum Adat Surok Sombah
Apabila pihak yang melakukan penangkapan ikan dengan tuba mengetahui alat penangkap ikan orang lain dilanda tuba dan langsung menemui pemilik alat tersebut “Adat Ssurok Sombah” atau “Adat batu Berampang”, maka dikenai sanksi hukum adat, yaitu:
- 4 poku samas,
mpogat:
- 1 ekor ayam,
- 2 botol tuak.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi