Wilayah Adat

Kampung Jerajau

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Sekujam, Dayak Kerabat ,Senganan
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota
Kecamatan Sekadau Hilir
Desa Engkersik
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 998 Ha
Satuan Kampung Jerajau
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Desa Nanga Pemubuh
Batas Selatan Dsn. Batu Lebur
Batas Timur Dsn. Ampar
Batas Utara Dsn. Ensawak

Kependudukan

Jumlah KK 92
Jumlah Laki-laki 169
Jumlah Perempuan 170
Mata Pencaharian utama Bertani & berkebun karet , sawit

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat adat Dsn. Jerajau terdiri dari suku Sekujam, suku Kerabat & Senganan. Asal usul suku Sekujam berasal dari Bedayan. Orang Bedayan berladang di rimba Jerajau, lalu menetap dan mempunyai keturunan. Begitu juga dengan suku Kerabat & Senganan berasal dari Nanga Sebedau yang datang untuk meminta pekerjaan pada orang Dayak, lalu menetap dan mempunyai keturunan.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Ladang & Kebun
- daerah rawa untuk bersawah
- daerah dataran tinggi untuk berladang, kebun karet & sawit
 
individu & kelompok 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Engkersik
Struktur Temenggung, menteri adat dusun, menteri adat RT
1. Temenggung
Kewenangan dan tugas
1. Temenggung berwenang menyelesaikan perkara adat diwilayah Kekuasaannya.
2. Berwenang menyelesaikan perkara baik antar warga masyarakatnya sendiri maupun perkara adat dengan pihak luar.
3. Bertugas mengurus adat istiadat dan hukum adat yang ada diwilayah kekuasaan.
4. Bertugas menyelesaikan perkara adat yang tidak mampu diselesaikan oleh menteri adat bersama sekutu.
5. Menyelesaikan perkara adat yang sifatnya berat,seperti pembunuhan.
6. Melakukan koordinasi,kerja sama dengan menteri adat,dan sekutu adat setiap menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
7. Menguatkan,mengembangkan adat istiadat dan hukum adat di wilayahnya.
8. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah,kecamatan dan kabupaten.
9. Menyelesaikan/merumuskan suatu perkara apabila suatu perkara tersebut tidak mampu diseslesaikan/diputuskan oleh menteri adat.
10. Mempertahankan kawasan adat.
11. Melaksanakan keputusan-keputusan hasil Musdat.
12. Mengadakan rapat koordinasi sekurang-kurangnya dua kali setahun.
13. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA pada tingkat Ketemenggungan.
14. Melakukan pemberdayaan dan dokumentasi adat istiadat dan seni budaya.
15. Jujur,bijaksana,dan berwibawa.
16. Berani mengambil keputusan.
17. Mengerti adat istiadat.
18. Berani menyampaikan aspirasi Masyarakat Adat.

2. Menteri Adat
Tugas dan kewenangan
1. Berwenang mengurus adat istiadat dan hukum adat pada tingkat Dusun/kampung.
2. Menyelesaikan perkara adat di tingkat dusun/kampung/RT/RW.
3. Melakukan koordinasi kerjasama dengan sekutu adat setempat dalam menyelesaikan perkara adat.
4. Menguatkan,mengembangkan dan menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
5. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah desa,kecamatan dan kabupaten.
6. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA dikampungnya masing-masing.
 
Perkara yang terjadi diselesaikan di tingkat mentri adat dahulu yaitu tingkat dusun, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat mentri adat perkara di naikkan lagi ke tingkat temenggung desa. 

Hukum Adat

Adat berladang, panen, membuka hutan, menebang pohon, dll 
Adat perkawinan, adat kelahiran, adat kematian, adat salah basa, perkelahian, gawai adat, adat mendirikan rumah, adat prilaku, dll 
Contoh pada kasus perkelahian, dan salah seorang dari yg berkelahi ada yg sampai terluka/mengeluarkan darah. Baik itu terkena senjata tajam atau pukulan tangan, maka yang membuat lawannya terluka ini akan dihukum secara adat. Dan dikenakan adat pompas, yaitu adat 6 lesa 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi