Wilayah Adat

Huta Ompu Pagumban Bosi Simanjuntak

 Teregistrasi

Nama Komunitas Ompu Pagumban Bosi Simanjuntak
Propinsi Sumatera Utara
Kabupaten/Kota TAPANULI UTARA
Kecamatan Sipahutar
Desa Parlombuan
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 2.076 Ha
Satuan Huta Ompu Pagumban Bosi Simanjuntak
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran
Batas Barat Pohan Jahe
Batas Selatan Janji Raja
Batas Timur Huta Napa
Batas Utara Simare

Kependudukan

Jumlah KK 13
Jumlah Laki-laki 35
Jumlah Perempuan 30
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Parpatihan sebuah dusun yang berada di wilayah admnistratif desa Parlombuan Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara. Letak geografisnya berada di dataran tinggi Tapanuli, dari pusat Kecamatan Sipahutar waktu tempuh menuju desa Parpatihan sekitar 1 jam perjalanan. Kondisi jalan raya menuju dusun Parpatihan cukup sempit dan kondisi infrastruktur jalan yang rusak serta berbatu. Di dusun Parpatihan bermukim komunitas masyarakat adat Parpatihan yang merupakan keturunan dari Oppu Pagumban Bosi Simanjuntak yang merupakan leluhur serta pendiri perkampungan atau huta dari masyarakat adat Parpatihan. Menurut sejarah yang di ceritakan oleh Martua Simanjuntak yang merupakan keturunan dari Oppu Pagumban Bosi Simanjuntak, dikisahkan bahwa leluhur mereka Oppu Pagumban Bosi merupakan seorang sakti yang memiliki kemampuan menempa bahan-bahan dari besi seperti Ogung (Gong) dan senjata pusaka lainya dalam waktu sekejap serta seorang yang memiliki kesaktian dalam marmorsak atau suatu keahlian bela diri dalam kebudayaan batak Toba.
Dikisahkan bahwa Oppu Pagumban Bosi melakukan adu tanding dengan raja saudara berampat yaitu Raja Sitanggang dari Samosir, Raja Siahaan dari Balige, Raja Simanullang dari Humbang Hasundutan, dan Raja Situmeang dari Silindung. Setelah berhasil mengalahkan ke empat raja tersebut dalam adu tanding bela diri marmorsak maka oleh Sisingamangaraja VI yang menyaksikan pertarungan tersebut menawarkan wilayah mana yang ingin dikuasai oleh Oppu Pagumban Bosi dari 4 wilayah harajaon yang dikuasai oleh 4 orang yang telah ditaklukan tadi. Namun Oppu Pagumban bosi menolak dan mengatakan “ masih ada wilayah yang belum memiliki harajaon atau wilayah yang belum dihuni atau dikuasai siapapun, yaitu daerah habinsaran”. Lalu sepakatlah Sisingamagaraja VI dan merestui Oppu Pagumban Bosi untuk membuka harajaon atau huta di Habinsaran. Setelah membuka huta di Habinsaran dan beranak cucu. Ompu Pagumban Bosi Simanjuntak sendiri 4 orang anak yang bernama :
1. Gopang Babiat Simanjuntak.
2. Pamotang Laut Simanjuntak.
3. Guru Malgalonlang
4. Jainaina
5. Sangamulana
6. Pagombar
7. Raja Saniang Ja Baringin.
8. Panaja
9. Sarmina Boru Simanjuntak
Keturunan Oppu Pagumban Bosi, yang bernama Jabaringin yang merupakan anak dari Guru Tamiang mendapat gelar raja Patik dan merupakan salah satu dari panglima Sisingamagaraja ke IX. Dari gelar inilah nama Parpatihan diambil, merujuk kepada sejarah bahwa dulunya Parpatihan adalah tempat berdiamnya raja Patik yaitu Raja Saniang Ja Baringin yang merupakan anak dari Ompu Pagumban Bosi Simanjuntak.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Persawahan
- Pemukiman
- Perladangan
- Penggembalaan ternak
- Tombak Raja  

Kelembagaan Adat

Nama Dalihan Na Tolu
Struktur -Raja huta -Hula-hula -Dongan tubu -Boru
-Raja huta : Marga pemilik wilayah adat yang mengatur pengelolaan SDA dan pengambil keputusan yang menyangkut dengan kehidupan di kampung.
-Hula-hula : Memberikan keputusan pada setiap musyawarah.
-Dongan tubu : mengatur pelaksanaan kegiatan adat.
-Boru : Mempersiapkan segala sesuatu keperluan adat.
 
Musyawarah 

Hukum Adat

Setiap orang dilarang menjual lahan tanpa sepengetahuan penetua kampung.
Setiap orang dilarang untuk mengambil kayu yang berlebihan.
 
Setiap orang yang melakukan sesuatu hal yang melanggar adat seperti halnya perselingkuhan akan di usir dari kampung dan wajib memberi makan satu kampung, istilah dalam bahasa Batak adalah mangan saribu raja
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja.
 
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi,sayur, buah, jagung,kacang-kacanngan.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat, tumbuhan kosmetik
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Pinus,Meranti, Ingul.
Sumber Sandang kapas
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Attarasa,andaliman,cabe,kunyit dll
Sumber Pendapatan Ekonomi Kopi, Kemenyan, Jagung dan Cabe.