Wilayah Adat

Lowu Haruwo

 Teregistrasi

Nama Komunitas Lowu Haruwo
Propinsi Kalimantan Tengah
Kabupaten/Kota GUNUNG MAS
Kecamatan Miri Manasa
Desa Haruwo
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 55.949 Ha
Satuan Lowu Haruwo
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran
Batas Barat DesaTumbang Masukih Sungai Jelau, Turnbang Hatu~ Trtoi Tuan
Batas Selatan Lowu Rangan Hiran Sungai Lawang Baco, Titoi/Tantiring!?ematang Mangkahai
Batas Timur Lowu Tumbang Bukoi Kec. Mandau Talawang Kabupaten Kapuas (Puruk Batu Karung, Puruk Pandan Kuhung), Puruk Batu Tonduk {Kab. Gunung Mas, Kab.Kapuas dan Kab. Murung Raya
Batas Utara Pegunungan MuJJerjPuruk Kamjntjng, Provlnsl Kalbar kabupaten Sintang Lowu Buntut Purun

Kependudukan

Jumlah KK 57
Jumlah Laki-laki 93
Jumlah Perempuan 92
Mata Pencaharian utama Menyedot Emas (Monyulong) ,dan berladang (ngumo)

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Desa Harowu Kecamatan Miri Manasa terbentuk sejak tahun 1942 atau pada masa penjajahan Jepang, pada saat itu desa tersebut telah terbentuk secara depinitif, nama Desa Harowu sendiri masih memakai nama desa asal yaitu Harowu, yang terletak di Tumbang Sungai Harowu anak sungai Masukih. Desa yang sekarang ditempati merupakan tempat berladang masyarakat desa Harowu, namun kerena terjadi wabah penyakit (diare/muntaber) di desa Harowu maka akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih aman yaitu Nyohooi tempat yang sekarang djjadikan desa Harowu, dengan tetap rnenggunakan nama c1esa asalyaitu Harowu. Alasan tetan menggunakan nama Harowu adalah untuk memudahkan administrasi. Sementara orang-orang pertama sebagai perintis-perintis desa tersebut adalah Ongko Jata, Ongko lahap, Ongko Silik, dan Ongko Bahui, ke empat orang tersebut berasal dari Batu Gerantung Sungai Habaon yang berada dsimpang kanan sungai Kahayan tepatnya adalah Desa Sanelung Tambun .

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Himba Untuk Keramat tidak boleh ada aktivitas merubah fungsi lahan tetapi hanya mengambil manfaat saja seperti berburu, mengambil obat obatan;
- Himba Buhang ± 100 tahun bisa digunakan untuk malan/berladang dan lokasi berkebun;
- Himba Baliang ± 50 tanun tempat usana masyarakat berladang/malan;
- Taja Lahkao ± 30 tahun tempat masyarakat berusaha ber1adang/malan, apabila tidak subur lagi untuk berladang maka bisa dilakukan menanam karet, rotan dan buah buahan. untuk selanjutnva lokasi berladang maka masyarakat desa Harowu akan kembali ke Himba Buhangdan -llmba Baliang untuk berladang 
Status kepemilikan lahan yang dimiliki masyarakat desa Harowu adalah tanah
pemberian atau warisan, masyarakat suku Ot Danum di hulu sungai, pola kepemilikan mereka atur dalamkehidupan sehari-hari dengan saling mempercayai dan mengetahui diantara komunitas tersebut. Dalam pola kepemilikan lahan ditandai dengan adanya jenis tanaman sepertidurian, tengkawang, karet,rotan dll.
Wilayah peninggalan nenek moyang atau orang
terdahulu mereka yang merupakan kebun buah buahan, khususnya durian wilayah ini juga dikeramatkan oleh masyarakat desa Harowu, Rangan Hiran dan desa Tumbang Masukih, berdasarkan peraturan adat setempat daerah ini tidak diperbolehkan untuk dimiliki oleh secara individu, seperti Puruk Ruap, Puruk Sendukui, dan Datah Garantung.  

Kelembagaan Adat

Nama Kedamangan Miri Manasa
Struktur Ketua Dewan Adat (Kepala Desa) 1. Ketua Mantir Adat 2. Sekretaris adat; dan 3. Bendahara Adat
Ketua Dewan Adat sebagai koordinasi (masukan) saja bukan yang memutuskan
masalah kalau mantir tingkat desa belum bisa memutuskan.
Ketua Mantir Adat : Memimpin dalam rapat forum kerapatan mantir adat ;
Sekretaris Adat mencatat segala keputusan daJam perkara hukum adat;
Bendahara Adat : membantu dafam penentuan
singer atau jipen yang akan diputuskan dalam
sanksiadat;
Dalam memimpin rapat rnlsalkan ketua Mantir Adat tidak ada ditempat bisa dipimpin oleh Sekretaris adat dan kalau tidak ada juga secara tidak langsung bendahara adat bisa memimpin perkara dalam pemenuhan hukum adat tergantung masalah yang ditangani perlu cepat atau tidak keputusannya, kalau tidak menunggu kedatangan Ketua Mantir Adat 
Kerapatan Mantir Adat Perdamaian 

Hukum Adat

l. Nyari (Memeriksa fahan yang akan digarap kalau sesuai dengan petunjuk alam atau arwah nenek moyang)
2.Monahti (Membersihkan Iahan untuk
berladang) memotong ayamjmempatei Manuk
3.Nowong (Menebang pohon dilokasi rencana berladang)
4.Ngihang C~owa(Menunggu kayu dan rumput kering)
5.Nyaha Dowa (Membakar kayu dan rumput yang kering)
6.Nuhkan UP.'1tI1O (Menugal Pad;) memotong babi dan ayam (Patei Urak dan Manuk)
7.Ngomawou Ummo (membersihan rumput disela padi)
8.Ngohtom Parol (Panen padi)
Sistem berladang masih menggunakan gotong royong atau "Handop" menggunakan ritual adat menampa kolotoi/eka pondok potuat bonyi
(membuat pondok benih padi).
Waktu menugal terkadang menggunakan ritual adat menampa kolot;eka pondok potuat bonyi apabila ritual ini dilaksanakan yang punya ladang mau tidak mau harus mempatei babi/urak. 
Berdasarkan yang tertulis dalam perjanjian Tumbang Anoi 
1. Perkawin adat mahapan adat uloh bawi dikeluarkan keputusan berdasarkan hasil musyawarah pihak yang akan melaksanakan perkawinan atau disebut bahasa ot danum "Halihki"
2. Ha Takian Petak atau perebutan lahan ada keputusan dari kerapatan mantir adat dengan dikenakan sanksi adat berupa jipen sebesar 15 jipen (1.500.000) 1 jipen dihargai 100.000,­
3. ada pantangan tetapi tidak ada dituliskan dalam berupa surat tiap masyarakat tidak ada yang berani melanggar atau "Pali" (semua orang) kalau melanggar bisa kena sanksi. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, umbl-urnblan, Jagung, kacang panjang, kacang tanah, Lombok, sayuran (Ucau, Paku undang, Paku Banu),Singkah Diwung, Singkah Janan,Singkah Rua, Singkah Nango, Singkah Umbut, Pakul Poit, Bantal Kajang), Daun Sopang, Daun Papan, Daun Beken, Bua Aai, Singkah Upon , buah buahan, Kulat Bitak, Kulat Kulang, Kulat Puti, Kulat Torok, Kulat Diwung,Kulat Bango, Kulat Lowu, Kulat Korup, Kulat Maharu, Kulat Sipa, Kulat Nyamut,. Kulat Katoluh, Kulat Karamu, Kulat Buhok, dan Kulat Jalawi
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tekang Siou, taboliun, Paniti Hara, Kumis Kucing, Gingseng, Saluang Bolum, Borut Maung, Iru Puti dan iru bahandang, Panawar Gantung, akarkuning, uhat sokai, uhat taboliun, kaju otak/tabat barito, pamalit utt, uhat rahwana, penawar pari, Uhat Tawar seribu, Kulat Pali Obat kecantikan Panarak Baputi dan Bahandang{Kayu Tara), Dawei shiren,
Papan dan Bahan Infrastruktur Tobulion, banuas, paropok, lotang/meranti, lopeng, balawang, mahadirang, dan bacan/keruing
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Henda, Iiyo, Sadorai, Lakuah, Suna, Bawang Lomba sahang Masih, Siikun, Sokai,
Sumber Pendapatan Ekonomi Menyedot emas ,Mendulang,Berladang, dan berburu