Wilayah Adat

Wewengkon Kasepuhan Cibarani

 Tersertifikasi

Nama Komunitas Kasepuhan Cibarani
Propinsi Banten
Kabupaten/Kota LEBAK
Kecamatan Cirinten
Desa Cibarani
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.207 Ha
Satuan Wewengkon Kasepuhan Cibarani
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Sungai Cisaat, Desa Cirinten
Batas Selatan Gunung Keneng, Desa Wangun Jaya
Batas Timur Patok, Desa Kenakes Baduy Dalam
Batas Utara Gunung Suhud, Desa Karang Nunggal

Kependudukan

Jumlah KK 644
Jumlah Laki-laki 984
Jumlah Perempuan 991
Mata Pencaharian utama Pertanian dan perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat yang bermukim di Kampung Cibarani merupakan keturunan/incu putu dari Parung Kujang. Leluhur Parung Kujang pertama adalah Ki Ama H. Mil Patah, selanjutnya Ki Ukam, Ki Kamsah, Ki Sayamah, Ki Sayamin, dan Ki Mainten yang semuanya hidup pada masa "ki binen" (dahulu kala) sebelum masa Belanda. Sementara itu, Ki Sayaga hidup pada jaman penjajahan Belanda. Proses penurunan Pupuhu Kasepuhan adalah berdasarkan wasiat dari Bapak Kolot.

Salah satu tradisi keturunan Parung Kujang yang ada di Kasepuhan Cibarani adalah melaksanakan Ruwah Mulud di tujuh tanggal antara lain di tanggal 12 Ruwah di kampung Cisaat dan di tanggal 27 Mulud ruwah mulud di Sindang Agung di pemakaman Uyut Permana. Dalam Ruwah Mulud tersebut, para sesepuh dari keturunan Parung Kujang di berbagai wiayah berkumpul dan menceritakan sejarah. Sejarah Kasepuhan Cibarani ditentukan oleh tiga pihak yaitu: tukang nyaksian (saksi sejarah), tukang ngabenerkeun (yang membenarkan sejarah), dan tukang ngalaksanakeun (pelaku sejarah).

Masyarakat di Kasepuhan Cibarani selain terdiri dari incu-putu (keturunan) Parung Kujang juga dari incu-putu Pangawinan. Namun di Kasepuhan Cibarani, keturunan Parung Kujang yang lebih mendominasi. Garis keturunan Pangawinan lebih condong ke Kasepuhan Citorek jiwanya. Cibarani berarti berani karena benar, karena telah sejak lama melakukan Ruwah Mulud dan memotong kerbau, seperti yang diamanatkan Bapak Kolot Permana. Tidak apa-apa seandainya tidak memotong kerbau kalau kerbaunya sudah tidak ada lagi.

Parung Kujang berarti Tarung Kujang (peperangan di Tegal Papak) dengan orang Baduy. Tanggal 10 desember di peringati sebagai hari jadi Desa Cibarani.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Leuweung Kolot : wilayah hutan yang banyak kayunya
- Leuweng Titipan : Wilayah berupa hutan yang tidak boleh digarap oleh masyarakat
- Leuweung Tutupan : wilayah berupa hutan yang tidak boleh diganggu dan dimasuki oleh masyarakat
- Leuweung Cadangan : wilayah yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk digarap bila sudah tidak cocok lagi tanah yang digunakannya
- Paniisan Wangun : wilayah tempat yang dipakai khusus untuk ritual kasepuhan (goa pamondokan, goa tomo, gunung pasir hanalem (karang) dan goa dagul)
- Tanah Garapan : Tanah yang digarap secara individu berdasarkan warisan/ijin musyawarah mufakat 
1. Tanah Individu: tanah yang dikuasai dan dikelola oleh perorangan, boleh diperjual-belikan/ dialih-garapkan hanya kepada sesama warga Cibarani.
2. Tanah Adat: tanah yang dikuasai dan dikelola oleh masyarakat adat. 

Kelembagaan Adat

Nama Kasepuhan Cibarani
Struktur Penasehat, ketua adat/sesepuh, juru tulis, juru basa, pagawe jero, urusan luar, dukun, amil, paraji, bengkong, panday, ulu-ulu, ngaraksa, sesepuh perwakilan, rendangan, rahayat/anak incu putu
Penasehat = sebagai penasehat
Ketua adat = mengurus pemerintahan wilayah adat
Juru tulis = mengkoordinasi dan mencatat semua keperluan kasepuhan dalam hal surat menyurat
Juru basa = mengurus tamu untuk di serahkan kepada kasepuhan
Pagawe jero = mengurus dalam hal bidang pertanian
Urusan luar = mengurus keperluan dan acara di luar
Dukun = mengurus orang yang sedang sakit
Amil = mengurus pernikahan dan bidang keagamaan
Paraji = mengurus persalinan
Bengkong = mengurus khitanan
Panday = mengurus pembuatan perkakas pertanian
Ulu-ulu = mengurus pengairan ke sawah dan susukan/irigasi
Ngaraksa = menjaga keamanan lingkungan dan sawah
Sesepuh perwakilan = pemimpin tingkat kampung dalam kasepuhan
Rendangan = mengurus para perantau yang kembali pada saat ada acara tahunan adat
Rahayat/anak incu putu = orang yang mendiami pemukiman desa cibarani 
Musyawarah dan mufakat 

Hukum Adat

Asup leuweng (ritual untuk memulai menggarap sawah, membuka ladang dan kebun)
Melak jampe (ritual sebelum menanam padi)
Melak padi (ritual penanaman padi pertama)
Mipit padi (ritual adat sebelum pelaksanaan panen atau pengumpulan padi)
Ngadiukeun/netepkeun (ritual pare yang akan di masukan ke dalam leuit)
Jampe peupeur (ritual pare yang terinjak untuk di sempurnakan)
Seren tahun (upacara adat tahunan untuk menyempurnakan semua proses ritual adat)  
Selamatan tanggal bulan, Selamatan tanggal tahun (ritual untuk menentukan larangan hari, tanggal, bulan, tahun untuk larangan aktivitas dan pekerjaan).
Gotong royong (kerja yang di lakukan secara bersama yang di gerakan oleh ketua adat untuk pengerjaan sarana umum).
Bagi masyarakat cibarani hari selasa, jumat, minggu libur dalam pekerjaan segala hal aktivitas pertanian. 
Apabila salah satu aturan adat dilanggar akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (kawalat)  

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan (karbohidrat) padi dan umbi umbian talas; (protein) kacang kedelai dan kacang panjang; (vitamin) sayur sayuran , buah mangga, buah nangka, buah durian
Sumber Kesehatan & Kecantikan Saralang kawung kegunaan nya untuk menghilangkan noda hitam dan jerawat pada wajah; Daun jukut bau kegunaanya sebagai pembersih mata dan mengobati mata; Kumis kucing kegunaanya sebagai obat gatal-gatal dan alergi; Gogodokan (songok sembung, kunyir, temulawak, tuwak lengsir) kegunaanya penghilang pegal-pegal pada badan
Papan dan Bahan Infrastruktur Kiray digunakan sebagai bahan pembuatan atap; Injuk aren digunakan sebagai lapis atap; Kayu albasiyah, kacapi, mahoni digunakan sebagai bahan pembuatan tihang dan papan kaso; Bambu digunakan sebagai bahan palupuh
Sumber Sandang Kulit terep dan daun pelah digunakan sebagai untuk menenun
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, kunir, sereh, kuncay, salaja, asem romeh, asem konyeh, lada digunakan sebagai bumbu dapur
Sumber Pendapatan Ekonomi Cengkeh, kopi, kakao, duren, rinu (Lada Hitam)

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kab. Lebak Nomor 8 Tahun 2015 Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan MHA Kasepuhan Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen