Wilayah Adat

Benuaq Muara Tae Ohong Sanggokng

 Teregistrasi

Nama Komunitas Benuaq Ohong Sanggokng
Propinsi Kalimantan Timur
Kabupaten/Kota KUTAI BARAT
Kecamatan Siluq Ngurai
Desa Muara Tae
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 11.484 Ha
Satuan Benuaq Muara Tae Ohong Sanggokng
Kondisi Fisik
Batas Barat Muhur
Batas Selatan Ponak dan kenyanyan
Batas Timur Lembunah
Batas Utara Mancong

Kependudukan

Jumlah KK 385
Jumlah Laki-laki 1246
Jumlah Perempuan 1014
Mata Pencaharian utama bertani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sebelum berdiri menjadi Kampung, masyarakat adat Kampung Muara Tae bertempat di Lamin Mancong dengan sebutan Dayak Benuaq (Dayak Benuaq Ohonkng Sanggokng), hidup secara turun-temurun di Lamin Sanggokng, di tepi Sungai Nayan/Muara Sei Sanggokng, anak Sei Nayan serta dipimpin oleh Kakah Uguy bergelar Tumenggung Wana.Pada masa Kerajaan Kutai Kartanegara abad 18, masyarakat Ohokng Sanggokng pernah dipindahkan ke Tenggarong selama 47-60 tahun sebagai wujud tindakan tegas Raja, karena telah melakukan gerakan (Arakng Dodo-protes).Proses pemindahan tersebut dilakukan dalam waktu singkat sehingga banyak harta benda seperti padi, gong, antang, guci, tombak, melawetin, piring, par, hewan peliharaan, dan lain-lain tertinggal di Lamin Sanggokng.tersebut. 47 – 60 tahun kemudian, Kakah Uguy dan pengikutnya kembali ke Lamin Sanggokng. Kakah Uguy mengajak Warga Lamin Murukng Iyuq bergabung dalam Lamin Sanggokng, tetapi mereka memilih kembali ke Lamin Murukng Iyuq.Setelah itu masyarakat Lamin Sanggokng berpindah sesuai rotasi perladangan hingga akhirnya wilayah Sungai Nayan, Kampung Mancong pada tahun 1960 dan membangun Lamin Mancong Embo.Pada tahun 1961 warga Lamin Mancong Embo yang berladang di wilayah Muara Tae membentuk Dusun Muara Tae dalam pemerintahan Kampung Mancong. Pada tahun 2004 Kampung Muara Tae dimekarkan dari Kampung Mancong.Status kepemilikan lahan, diatur dengan aturan “bilamana terdapat hutan belantara dan ada orang yang mengelolanya pertama kali, itu menjadi hak miliknya, apabila sebelumnya sudah ada yang menggarap maka status kepemilikan hanya sebagai hak kelola. Penandanya biasa dengan batas-batas alam, tanda-tanda tradisional seperti benda pusaka, kuburan, Simpukng atau Lembo. Simpukng atau Lembo adalah bekas ladang yang ditanami buah-buahan dan tanaman keras atau rotan untuk daerah yang rendah, sedangkan bagian lain dibiarkan tumbuh menjadi hutan kembali, jarang terjadi pemindahankepemilikan simpukng dari satu keluarga ke keluarga yang lain – Simpukng atau lembo dijadikan tanda kepemilikan tanah.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Hutan Adat : hutan keramat, hutan buru, hutan-kebun, hutan lindung adat, hutan mata air, hutan ladang
Sungai adat : lubuk larangan
lembo : pertanian 
1. hutan utaq melinau dimiliki oleh kelompok komunal
2. kemilikan perorangan
3. tanah warisan dimiliki kelompok keluarga 

Kelembagaan Adat

Nama lembaga adat benuaq
Struktur - ketua adat provinsi - ketua adat kabupaten - ketua adat kecamatan - ketua adat kampung - wakil ketua adat kampung - tetua - tetua adat kampung
Kepala adat : membuat keputusan didalam kebijakan diwilayah adat nya 
musyawarah mupakat dan peraturan adat berlaku diwilayah adat muara tae 

Hukum Adat

lubuk larangan adalah sungai yang tidak boleh di racun atau disetrum tapi boleh dipancing.untuk pembibitan ikan biar tidak punah.
sebelum melakukan penanam padi kita harus bikin ritual yang di sebut ritual nugal.memintak berkah dari alam. 
bila terjadi perkelahian.orang yang berkelahian akan didenda 10 antang yaitu 1 antang nya Rp. 350.000 
apabila kepala adat meninggal dunia dan jabatan kepala adat nya akan turuk kepada anak kandung sikepala adat. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan belum ada
Sumber Kesehatan & Kecantikan belum ada
Papan dan Bahan Infrastruktur belum ada
Sumber Sandang belum ada
Sumber Rempah-rempah & Bumbu belum ada
Sumber Pendapatan Ekonomi belum ada

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Keputusan Bupati Kutai Barat NOMOR: 340/K.303/2001 TIM INVENTARISASI HUTAN ADAT DAN HAK ULAYAT MASYARAKAT HUKUM ADAT KABUPATEN KUTAI BARAT SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen