Wilayah Adat

Polak Teteu / Puro

 Teregistrasi

Nama Komunitas Puro
Propinsi Sumatera Barat
Kabupaten/Kota KEPULAUAN MENTAWAI
Kecamatan Siberut Selatan
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 6.551 Ha
Satuan Polak Teteu / Puro
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran,Pesisir,Bahari (Laut)
Batas Barat Muara sungai sapsap-sungai masat masakekeai
Batas Selatan leleu-bat tiriet-onaja-bat paleppegat-bat sipurut-bat majo bulu-bat sapsap
Batas Timur Muara sakelo-bat mumunyut-onaja (rawa) lokasi persawahan sampai leleu bat toitet
Batas Utara Muara sakkelo-leleu alaket-hulu sungai suddut-hulu sungai sailulua

Kependudukan

Jumlah KK 0
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama Petani, Nelayan, Peternal

Sejarah Singkat Masyarakat adat

-

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Polak teteu / monen teteu : tanah yang dikelolah secara aturan adat. Pengelolaannya atas
musyawarah dalam satu suku, tidak boleh mengabaikan polak teteu. Siapa saja yang meminta tanah tempat untuk membuat perladangan harus melalui kepala suku. Perolehan tanah dengan suku lain dalam bentuk barter, berupa barang seperti kuali ukuran 5 (lima) garis yang besar atau dengan ternak babi dengan ayam.

Polak koinong: tanah yang diperoleh dari tuan tanah untuk dikelolah secara dan tidak bisa diganggu oleh pihak lain.
Muntogat : tanah yang dikelolah dengan turun temurun, tidak diperjual belikan kepada suku lain dan tidak boleh diambil pihak lain kalau ada masalah terhadap suku yang berhak terhadap tanah.
 

Kelembagaan Adat

Nama Sikautet Uma
Struktur Penemu kampung komuitas puro berasal dari simatalu dan pindah ke ugai namanya Silagona satoutoum lama kelamaan lahirlah anaknya koikoi sulet dan ata sulet. Sibabatuat menjauh dan ingin menyelamatkan diri tinggal diteitei sigalena dan lahirlah anaknya sikaelagat, sesudah berkeluarga pindah lagi ke simpang sungai silaoinan bersama 6 orng anknya. Dan saudara perempuannya. Keenam orang anaknya anak pertama meninggal dunia, anak kedua siboni leleu, ketiga simago, keempat silegsut suku samaloiming (madobag, rogdog, dan ugai). Kelima simagsetuart menuju sakalagat, keenam sibokko para tingsal di Sagulubbek. Siboni mendapat anak sinewak, dan sinewak mempunyai dua anak yang bernama nyaoi lakeu dan sistgaet, dan keturunan nyaoi lakeu siuvbat dan sigulut bake. Pada masa ubat terjadi perang antar suku, sigulut bake merantau, dari siubat lahir anaknya sikiddi dan kembali ke ugai dan berdiam di malagsuirek yang ikut : siabu, singiru, anak singiru ngateat tinggal di tebburuk, antara ngirus ngatngat dengan babak kero. Aman labbu legsiat sandro pindah ke tulakkobat lahir kortanuius sabeleake. Sandro pindah kelupa. Pertama yang menempati puro ialah aben sabulat dari matotonan, baru menyusul suku sakerengan, leleggu, buak kai lago saleleu, suku sabattilat dan suku samarurok, setiap suku punya uma dan perkampungan pertama bat sakkelo. Pada tahun 1983 terjadi penghibaan tanah dari lupa, malupetpet sampai sakkelo. Pada tahun yang sama dari lupa berpencar ke mangorut dan sakkelo. Dari tahap pertama berjumlah 85 kk, suku yang berpindah ke puro ialah : tatebburuk, saumanuk, sakaliau, sagulu, sabola, saobbai sagu, tahap kedua baru masuk suku sanenek (sriugai) yakninya : sagulu, sauddeinu, saleleubaja, berjumlah 100 kk. Luas tanah yang dihibahkan untuk jatah per kk 2 ha, diantarnya : rumah, persawahan, dan perladangan. Proses untuk menghuni puro sangat sulit. Pengsagas pertama untuk perkampungan di puro camat hasan basri dan wali nagari wiko siritoitet, kepala kampung paulus saumanuk. Proses perpindahan tiga kali lobi baru di setujui oleh tuan tanah. Pada tahun 1982 mulai membuka dan melakukan perambahan dan sekaligus menanam ubi talas, ubi kayu, sagu serta ternak babi dan ayam. Baru masuk agama kristen katolik dan hidup dalam damai sampai sekarang.
Tugas dan Fungsi

- Sikautet uma ( Bakkat Katsaila )

Sebagai penanggung jawab dan penentu utama terhadap kelangsungan hidup anggota uma atau anggota suku dalam umandaraingat

- Sipangunan ( Sikerei )

Berperan sebagai wakil Sikautet Uma Ynag bertugas sebagai pelaku atau pelaksana ritual adat

dan sebagai petugas mengobati yang sakit

- Sirimuri

Orang yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan didalam uma. Melengkapi semua kebutuhan dalam uma

- Anggota Suku

Merupakan orang yang ada didalam uma yang membantu menyediakan segala kebutuhan didalam uma. 
Pengambilan keputusan harus didasari dalam bentuk musyawarah adat untuk menimbang dan memutuskan suatu persoalan. 

Hukum Adat

Leleu : Dikelolah secara musyawarah adat dan tidak boleh sistim tumbang gundul, tidak diperjual belikan.
Onaja : Dikelolah oleh kaum ibu dengan bergantian serta tidak boleh berhak hanya untuk keuntungan pribadi.
Suksuk : digunakan sebagai tepat untuk berladang serta pemukiman. 
Seandainya terjadi perselingkuhan akan dikenakan sanksi terhadap pihak laki-laki atau pihak perempuan yang sesuai dengan aturan adat yang berlaku 
Orang yang melakukan tindakan perselingkuhan akan didenda dan dikenai sanksi. Atau yang akan
berjalan sesuai hukum adat dalam bahasa mentawainya adalah TULOU.
Orang melakukan tindakan yang melanggar hukum adat, sesuai aturan yang berlaku akan dikenakan sanksi atau meminta ganti rugi.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Sagu Gettek Bago Jalanjang Luiju Bio Laiket
Sumber Kesehatan & Kecantikan Aileppet Kainauk Mumunen Bekeu Sikeppuk Sigoigoi Kakainau Muttei Umandaraingat Sosok Manai obbuk kirit patiggoilok
Papan dan Bahan Infrastruktur Koka Mansemi Karai Jining Matat oijiat Marsawa Panese Atipat
Sumber Sandang Kulit baiko Kulit gaharu Pelepah sagu Kulit tobek Buluk sukgunei Daun pandan Tolan leleu Ogsaga
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengkeh Pala Kelapa Pinang
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten 11 PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN UMA SEBAGAI KESATUAN MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen