Wilayah Adat

Huta Simenak Enak

 Teregistrasi

Nama Komunitas KOMUNITAS SIMENAK-ENAK
Propinsi Sumatera Utara
Kabupaten/Kota TOBA SAMOSIR
Kecamatan Habinsaran
Desa Parsoburan Barat
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Huta Simenak Enak
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran
Batas Barat Matio
Batas Selatan Natumingka
Batas Timur Ombur
Batas Utara Pardomuan

Kependudukan

Jumlah KK 30
Jumlah Laki-laki 73
Jumlah Perempuan 64
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah Huta Simenahenak di awali dengan perjalanan Ompu Pinggan (generasi ke-6 marga samosir) bersama istri dari Samosir ke daerah Toba Samosir, dan dia mempunya anak yang bernama Ompu Martonggo dan beliau tingal dia Pangambatan, Ompu Martonggo mempunyai anak tiga(3) yaitu ; 1. Ompu Ni Uhum; 2. Ompu Dorma; 3. Ompu Raja Buluan.Anak pertama Ompu Martonggo yang bernama Ompu Ni Uhum (generasi ke-8 marga samosir) mempunyi dua (2) anak yaitu: 1. Ompu Mian; 2. Ompu Pusaka.Ompu Mian mempunya anak Ompu Raja Guna (generasi ke-9 marga samosir) dan inilah yang pertama sekali menduduki wilayah huta Simahena
Ompu Martonggo Samosir awalnya membuka huta (kampung) di perbukitan yang kemudian diberi nama huta Sipangambatan diperkirakan ± 250 tahun silam. Ompu Martonggo merupakan generasi ke-7 dari silisilah keturunan raja Samosir. Keturunan dari Ompu Martonggo mengelola dan mengusahai wilayah adat sebagai sumber mata pencaharian dari bercocok tanam seperti menanam padi dan menyadap getah kemenyan yang sudah ditanami sejak awal serta beternak kerbau. Adapun nama-nama wilayah adat mereka yang sudah dikuasai secara turun-temurun terdiri dari Dolok Sauga, Lobu, Pandabuan, Gulangan, Pangambatan, Sibarut, Parsigiraan, Sitapi-tapi, Bahal dan wilayah disebut huta (kampung) Simehenakenak. Keturunan dari Ompu Martonggo yang mengusahai dan mengelola wilayah adat tersebut secara rukun dan damai tanpa ada konflik, sampai keturunan yang ke-11 dari Raja Samosir atau keturunan yang ke-4 dari Ompu MartonggoSamosir. Namun kerukunan dan kedamaian tersebut tidak bertahan lama setelah datangnya pemerintah kolonial Belanda di Tano Batak, dan huta Simehenakenak pun tidak luput dari perhatian Kolonial Belanda. Awalnya Kolonial Belanda mengadakan program penanaman pinus. Sehingga parhutaan digantikan dengan tanaman pinus dan kemudian lambat laun tanaman pinus tersebut pun menyebar dan semakin banyak sampai ke areal penggembalaan ternak mengingat tanaman tersebut mudah tumbuh. Inilah babak baru perampasan wilayah adat huta Simenahenak sampai tahun 1942 oleh kolonial Belanda dan disusul kembali oleh kolonial Jepang yang juga melakukan penanaman pinus. Ompu Martonggo Samosir memberi nama huta Simehenakenak yang diadopsi dari nama namboru dari Marga Samosir dan itulah yang menjadi permulaan nama huta (kampung) simehenakenak.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Persawahan
- Pemukiman
- Perladangan
- Penggembalaan ternak
- Tombak Raja  

Kelembagaan Adat

Nama Suhi amapang na opat
Struktur -Raja huta -Hula-hula -Dongan tubu -Boru
-Raja huta : Marga pemilik wilayah adat yang mengatur pengelolaan SDA dan pengambil keputusan yang menyangkut dengan kehidupan di kampung.
-Hula-hula : Memberikan kepuutsan pada setiap keputusan
-Dongan tubu : mengatur pelaksanaan kegiatan adat
-Boru : Mempersiapkan segala sesuatu keperluan adat
 
Musyawarah 

Hukum Adat

Setiap orang dilarang menjual lahan tanpa sepengetahuan penetua kampung.
Setiap orang dilarang untuk mengambil kayu yang berlebihan.
 
Setiap orang yang melakukan sesuatu hal yang melanggar adat seperti halnya perselingkuhan akan di usir dari kampung dan wajib memberi makan satu kampung, istilah dalam bahasa Batak adalah mangan saribu raja
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja.
 
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi,sayur, buah, jagung,kacang-kacanngan.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat, tumbuhan kosmetik
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Pinus,Meranti, Ingul.
Sumber Sandang kapas
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Attarasa,andaliman,cabe,kunyit dll.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kemenyan,kopi.,padi,jagung.