Wilayah Adat

Ngata Mabere

 Terverifikasi

Nama Komunitas Vau/ Mabere
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota SIGI
Kecamatan Marawola
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 751 Ha
Satuan Ngata Mabere
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Bulu (gunung)
Batas Selatan Wilayah Adat Rompi Desa Bomba
Batas Timur Lembah
Batas Utara Binangga Matimpa

Kependudukan

Jumlah KK 67
Jumlah Laki-laki 197
Jumlah Perempuan 172
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat yang dahulunya adalah masyarakat nomaden/berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat yang lain,dari pinembani turun ke daerah bernama vau dan masyarak tersebut menamakan dirinya masyarakat vau karena suda menempati daera vau. Masyarakat ini terus berpindah mendekati lembah dan menemukan suatu daerah yang pertama kali mereka temukan di daerah tersebut ialah bedi maka daerah tersebut mereka namakan sibedi, di sibedi tersebut mereka membuat suatu acara adat yang bernama vunja dan menebang pohon marisa untuk di buatkan suatu gendang, tetapi batang pohon tersebut tidak dapat di angkat setelah pemangku adat meminta kepada sang pencipta (no karna) batang pohon tersebut terbang kedaerah kamonji. Dengan adanya kejadian tersebut para pemangku totua adat membuat suatu musyawara adat(mosiromu) maka hasil keputusan masyarakat adat vau membuat suatu kerajaan yang bernama vau. Dan keturunanya menyebar ke 5 Ngata (kampung) sebelum kolonial masuk yaitu sibedi (Mabere), padende, porame,balane,dan uwemanje. Maka semua daerah tersebut adalah daerah vau bersarkan pembagian yang arif dan bijaksana oleh totua nu ada (orang tua adat)

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

• Pangale : Hutan Lindung
• Ova : Lahan Bekas Garapan sudah di tinggalkan 10-15 tahun dan menjadi hutan di tumbuhi oleh pohon-pohon kecil sewaktu-waktu bias di olah kembali
• Olo : lahan kemiringan gunung dilarang di olah
• Pantalu : lahan yang di olah
 
Sistem penguasaan
Sumber daya alam di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahtetaraan dan di kuasai serta dikelola bersama secara adil untuk kesejahteraan rakyat. Dalam penguasaannya, sumber daya alam di kuasai dan di manfaatka oleh kelompok di mana semua orang mempunyai hak yang yang sama dalam penguasaannya. Penguasan yang di maksud di sini adalah penguasaan komunal. Penguasaan komunal adalah penguasaan dan kepemilikan berdasarkan prinsip dan kepentingan bersama di bawah pengawasan bersama dari sluruh komunitas
 

Kelembagaan Adat

Nama Totua nu ada
Struktur Ntina pobisara jegugu suro To dea
Ntina : Pemimpin yang tertinggi
pobisara : di tunjuk Ntina menjadi juru bicara untuk menyelesaikan perkara atau sengketa serta aturan-aturan
jegugu : pengawal pemimpin
suro : pesuru yang di tunjuk oleh ntina
Todea : rakyat (komunitas)
 
mosiromu ialah musyawara adat yang di hadiri oleh seluruh totua nu ada (orag tua adat) untuk memutuskan
sebuah sanksi atau perkara
 

Hukum Adat

- Aturan yang berlaku jika masyarakat yang membuka lahan hutan terlarang di pegunungan tanpa sepengetahuan totua ada buluna akan dilakukan sanksi
- Jika selesai panen akan dilakukan upacara adat (Vunja) syukuran adat
Nobanta merupakan upacara syukuran sebelum dan sesudah melakukan panen
 
Givu artinya bentuk sanksi berat atau ringan
Vaya artinya aturan sanksi yang di berlakukan untuk tidak mengulangi perbuatan
Sompo artinya sanksi perbuatan yang tidak menyenangkan atau mempermalukan perempuan atau keluarga
 
Givu (sanksi Adat) apa bila ada salah satu dari seorang komunitas melakukan pelanggaran mempermalukan perempuan seperti salah ucap yakni menghina.. maka aturan di gunakan adalah sompo sanksi givu salah sumba/salah mbivi (salah ucap) maka di keluarkan beberapa ekor ayam dan piring putih.  

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan Ubi kayu, ubi jalar, Jagung, Talas, sayur-sayuran: paku, kangkun, kelor, daun kopi dll, tanaman buah: jeruk, jambu mente, nenas, kemiri, mangga, nangka, kelapa,pisang dll
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kayumanuru : untuk memerawat kulit agar segar, bersih, indah, awet dan bercerah Kayu Kena : untuk menyembuhkan penyakit luka pada kulit Kulit kayu vula : untuk menyembuhkan iritasi sakit mata
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Tavaili, akasia dan Nantu : untuk tiang membangun rumah maupun rumah adat bembatava, Vakava : untuk atap rumah
Sumber Sandang Kulit pohon lengaru : untuk membuat pakaian (adat) Getah Pohon kayujawa dan kayu kanuna : Untuk lem
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Pia lei, parancina, kuni, nggulasi, balintua, tumbavani,semuanya digunakan untuk penyedap masakan
Sumber Pendapatan Ekonomi Coklat, kelapa, Kemiri, jagung, ubi-ubian,