Wilayah Adat

Kenegerian Batu Sanggan

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kenegerian Batu Sanggan
Propinsi Riau
Kabupaten/Kota KAMPAR
Kecamatan Kampar Kiri Hulu
Desa Batu Sanggan, Muara Bio
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 7.414 Ha
Satuan Kenegerian Batu Sanggan
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran
Batas Barat Berbatasan dengan wilayah adat Kenegerian Miring dan Kenegerian Gajah Bertalut meliputi batas : (Sebelah kanan deras kanji menuju bukit sakti menuju pematang sungai tiwung, Sebelah kiri mudik deras kanji, pematang deras kanji menuju pamatang hulu sungai batu baobuok ,menuju bukit nilai menuju pematang sungai tikun, Bukik Nilai berbatasan dengan gajah bertalut)
Batas Selatan Berbatasan dengan wilayah adat Kenegerian Kuntu, Aur Kuning dan Sei Paku meliputi batas : (Bukik sambilan Tingkek)
Batas Timur Berbatasan dengan wilayah adat Kenegerian Tanjung Belit, meliputi batas : (Lubuak Bualo)
Batas Utara Berbatasan dengan wilayah adat Kenegerian Koto Lamo meliputi batas : (Bukik Tapuak Pocah)

Kependudukan

Jumlah KK 105
Jumlah Laki-laki 218
Jumlah Perempuan 202
Mata Pencaharian utama Petani Karet

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kenegerian Batu Sanggan diambil dari kata Sanggan artinya adalah sebuah Periuk Besar, nama ini telah di gunakan sejak zaman dulu, ceritanya dulu ada sebuah periuk yang di tenggelamkan oleh masyarakat di dasar muara sungai, sehingga sungai ini diberi nama dengan nama Sungai Sanggan, dan pada masa itu masyarakat Batu Sanggan sedang tinggal/bermukim di sekitar muara sungai Batu Sanggan.

Pada saat ini Kenegerian Batu sanggan telah berpindah tempat ke seberang sungai yang berada lebih kehilir, perpindahan terjadi di sebabkan untuk mencari ternpat tinggal yang lebih aman, karena masyarakat Batu Sanggan takut dengan ikan di muara sungai Batu Sanggan, pada waktu itu ikan berukuran sangat besar dalam jumlah yang banyak selalu menakut-nakuti penduduk yang sedang berada di sungai, dan bahkan di kejar oleh ikan-ikan besar tadi.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Aturan dalam melakukan penguasaan tanah dan sumber daya alam melalui aturan yang sangat sederhana, masyarakat hanya perlu menyarnpaikan kepada ninik mamak, Hal ini di lakukan agar tidak terjadi tumpang tindih antara lahan masyarakat.

Rimbo adalah sebutan untuk hutan secara umum. Belukar adalah sebutan untuk wilayah yang tidak di kelola lagi, atau bekas kebun yang sudah di tinggalkan

 
Kawasan hutan adalah kawasan dengan kepemilikan Komunal

Kawasan Pemukiman dan perkebunan adalah kawasan dengan kepemilikan pribadi yang diturunkan berdasarkan keturunan

Kawasan sungai adalah kawasan yang kepemilikannya berkelompok dan komunal, seperti lubuk larangan yang diinisiasi oleh pemuda dan ninik mamak.
 

Kelembagaan Adat

Nama Kenegerian Aur Kuning
Struktur Dt.Pucuk, Dt. lelo baso, Dt. mangkuto julelo, mamak kampung, dubalang, tunzanai
Ninik Mamak: Pemimpin masing-masing suku di dalam kenegerian atau pimpinan adat (orang yang di tuakan di kampung). Ninik Mamak di dalam struktur adat berada di bawah seorang khalifah. Perangkat ninik mamak terdiri dari Hulubalang dan Malin.

Datuk Godang Kanegeri: berfungsi memegang sepit dan gunting dalam negeri/memegang kebijakan dalam negeri. Pemimpin tiap kenegerian secara umum disebut dengan datuk godang kenegeri di dalam negeri sebagai pemimpin tertinggi didalam kenegerian.

Dubalang : adalah orang yang dipilih dalam membantu
tugas-tugas Ninik Mamak. Berfungsi kaki tangan ninik mamak dengan istilah cepat kaki ringan tangan/Pekerja. Dubalang terdapat di tiap-tiap suku.

Mamak kampung, Ninik mamak adalah orang yang didulukan selangkah dituakan sehari. Didalam setiap acara-acara adat yang akan diadakan di dalam komunitas akan di pimpin oleh ninik mamak.

Tunganai berperan dalam nikah kawin untuk memberitahukan ke suku-suku yang lain. Tunganai terbagi tunganai rumah dan tunganai kampung, Tunganai rumah adalah sanak kemanakan atau beradik kakak di dalam rumah.  
Musyawarah mufakat 

Hukum Adat

Wilayah Adat adalah milik persukuan , dapat dikelolah oleh masyarakat namun tidak boleh di perjual belikan 
Tidak di perbolehkan Kawin satu suku. Jika ada yang melanggar akan dikenakan sangsi sesuai yang sudah di atur dalam aturan hukum adat yang sudah ctitetapkan. 
Jika melanggar hokum adat yang sudah ditetapkan maka akan dikenakan sangsi berupa orang tersebutakan di usir dari kampong, disangsi satu ekor kerbau, satu hidup satu mati. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, jagung, umbi-umbian, sayur-sayuran dll
Sumber Kesehatan & Kecantikan Daun Mpik ladang, daun capo, ( untuk obat demam ) Sirih, (obat sakit perut) Daun galinggang (obat kudis) Daun limau puwuik Daun limau timun
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbioi untuk atap rumah lading) Daun Pandan (untuk bahan membuat tikar) Rotan (Buat tikar rotan) Daun nkuang Dauu umbai Daun sika
Sumber Sandang Kulit Torok ( untuk penyumpal sampan) Damar (untuk penjejal sampan) Rotan (bisa dibuat lemari dan kursi)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Daun salam, Iengkuas, kunyit, asam, kandis, dll
Sumber Pendapatan Ekonomi Menderet Karet