Wilayah Adat

Ngapa To Po Tara Vatutela

 Terverifikasi

Nama Komunitas To Po Tara Vatutela
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota PALU
Kecamatan Mantikulore
Desa Kelurahan Tondo
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.784 Ha
Satuan Ngapa To Po Tara Vatutela
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Kampus Universitas Tadulako
Batas Selatan Kelurahan Poboya
Batas Timur Kabupaten Parigi Moutong
Batas Utara Kelurahan Layana

Kependudukan

Jumlah KK 149
Jumlah Laki-laki 250
Jumlah Perempuan 343
Mata Pencaharian utama Berkebun

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kampung Vatutela adalah berasal dari kata “Vatu” adalah Batu dan “Tela” adalah percikan api. Dahulu kala di kampung ini banyak terdapat batu api yang apabila digesekan akan menimbulkan api. Leluhur orang Vatutela berasal dari Pomene - suatu lokasi yang sekarang ada di batas wilayah Vatutela dengan Poboya.Menurut Tetua adat setempat mengatakan bahwa Vatutela merupakan salah satu kampung tertua di lembah Palu

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Orang Vatutela, sebagaimana orang Kaili pada umumnya mengenal pola peruntukan lahan hutan sebagai berikut :
1) Hutan (Pangale) terbagi menjadi dua, a) Pangale Bose = hutan rimba yang belum dikelola, dan b) Pangale Katumpua = hutan larangan, dimana merupakan tempat keramat dan merupakan sumber mata air .
2) Lahan terbagi atas empat, yaitu :
a) Nava = belukar bekas kebun
b) Talua = kebun campuran (tanaman semusim & tanaman tahunan),
c) Lumbu = padang penggembalaan,
d)Ngapa = kampung besar atau persekutuan beberapa kampung kecil dan Boya = perkampungan kecil

 
Tanah Komunal: tanah yang dikelola oleh semua komunitas. Tanah ini berada di wilayah pengembalaan.
Tanah keluarga: tanah yang dikuasai dan dikelola oleh satu keluarga, namun tanah tersebut bisa dikelola oleh anggota komunitas jika diizinkan oleh pemilik tanah.
tanah individu: tanah yang dikelola secara individu untuk pertanian.  

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Ngapa Vatutela
Struktur Terdiri dari satu orang Ketua dan 6 orang Anggota.
Tidak ada fungsi khusus masing-masing pemangku adat. Setiap persoalan kampung diselesaikan secara bersama-sama (musyawarah) oleh Lembaga Adat Ngapa Vatutela 
Melalui Musyawarah lembaga adat 

Hukum Adat

Aturan tentang pengelolaan sumber daya alam berupa pelarangan membuka kebun di zona inti (pangale katumpua: hutan larangan) karena merupakan sumber mata air dan tempat flora fauna yang dilindungi. Juga dilarang mengambil/memindahkan benda-benda sejarah yang terdapat di wilayah adat Ngapa Vatutela.

Budaya pengelolaan perkebunan secara gotong royong dikenal dengan istilah “mogoli” dimana mereka mengerjakan kebun secara bersama-sama dan bergantian, dengan sistem kerja sama dalam suatu lingkungan yang memiliki kebun, yaitu siapa terlebih dulu yang sudah siap dalam pembukaan lahan kebunnya, hingga pada pemulik kebun yang terakhir
 
Bualo 
Hukum Adat Bualo yaitu apabila seseorang laki-laki mengganggu istri orang lain dan perempuan tersebut merasa keberatan, maka laki-laki tersebut akan dikenakan denda 1 (satu) ekor Kambing, 9 (sembilan) buah piring batu atau Pingga dan 1 (satu) buah Baki (Nampan) yang terbuat dari besi atau istilah setempat yaitu Dula.

 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Ramuan yang terdiri dari tumbuhan Sosonggi, Pucuk Karata, Malasopo, Akar Patoko berfungsi untuk mengobati penyakit dalam.
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu digunakan sebagai ramuan (Konstruksi) Bantaya
Sumber Sandang Kulit Pohon Lari: untuk membuat pakaian adat. (pohon lari yang dimaksud bukan pohon kaktus tapi pohon kayu yang besar)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Parancina (Tomat), Marisa (Cabe), Pia Lei (Bawang Merah)
Sumber Pendapatan Ekonomi Kemiri dan Cabe