Wilayah Adat

Hoyane

 Teregistrasi

Nama Komunitas Hoyane
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota LUWU UTARA
Kecamatan Seko
Desa Hoyane
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 18.971 Ha
Satuan Hoyane
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Hatu Silumbang , Sappona Malekko. Takakalu , Wilayah Karama' Mamuju Sulawesi Barat
Batas Selatan Haung Betue Wilayah Adat Pohoneang
Batas Timur Haung Tomatua Wilayah Adat Pohoneang
Batas Utara Sokko uhe, tatebang, patappe, matina, haung sapine', Kab. Sigi dan Poso Prop. Sulawesi Tengah

Kependudukan

Jumlah KK 221
Jumlah Laki-laki 390
Jumlah Perempuan 437
Mata Pencaharian utama Bertani (Morano) , berkebun (Mokada')

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Komunitas Adat Hoyane secara historis berasal dari Daerah Tabulaang Mamasa.
- Tosumalu melahirkan 5 Orang anak yaitu Hane, Honeang, Balong, Padang, Pottappa. Hane adalah merupakan anak pertama dari Tosumalu yang di beri gelar Torije'ne artinya berasal dari air. Dari tabulaang mamasa mereka berpencar lagi mengikuti sungai betue dan Hane naik ke hoyane.
- Wilayah Adat Hoyane ltu diambil dari nama seorang yang pertama mendiami kampung hoyane yang keturunan dari Hane, kemudian Hane Melahirkan Lima orang anak laki-laki yang bemama tahono (tapadang), tabalong, tahaneang, tayane dan seorang lagi yang berprofesi sebagai pottagga (pandai besi).
- Dari keturunan Hane orang yang pertama mendiami Wilayah Adat Hoyane yang berkembang sampai di sikasang dihoyane yang diakui sebagai satu wilayah
adat hoyane yang dipimpin oleh seorang tobara. Dan membentuk satu perkampungan, maka masyarakat kembali melakukan musyawarah (Tosiaya') untuk menentukan pemimpin yang di gelar Katobarasan dan pada saat itu masyarakat sepakat untuk mengangkat Tobara yang pertama yaitu Tobara yang dikenal oleh Masyarakat adat hoyane yaitu:
1. Tapokki'
2. tanubu'
3. Silele
4. Paongan
Komunitas Adat Hoyane sudah berada sejak berdirinya kampung Hoyane yang masuk dalam Desa Hoyane oleh Tobara pertama , sehinggga Masyarakat adat Hoyane secara turun temurun mendiami kampung tersebut sampai sekarang dan menyebarluaskan adat istiadat sekaligus mengangkat perangkat adat Hoyane.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Panggala Ada' (hutan adat)
Hutan yang dititipkan atau diwariskan oleh katurunan (rumpun) untuk dijaga. Hutan ini merupakan hutan larangan yang tidak boleh diakses atau diambil sumberdaya yang ada didalamnya. Namun hutan ini boleh dipakai jika saatnya tiba, bagi Keturunan Katobarasan untuk menempatinya.
• Panggala Kamban (hutan lebat)
Hutan yang merupakan batas antara panggala ada', Hutan ini juga dijaga dan tidak boleh dimanfaatkan sumberdaya didalamnya kecuali hanya untuk kepentingan adat/Ada'.
• Kurra':
Lahan yang diolah oleh masyarakat lalu ditinggalkan hanya sampai 3 tahun lalu dan diolah kembali untuk ditanami tanaman palawija seperti sayur, padi dll.
• Kurra Matua :
Lahan yang diolah oleh masyarakat lalu ditinggalkan sampai 15 tahun lalu dan diolah kembali untuk ditanami padi, Coklat, Merica dll.
• Rano (Sawah) .:
Lahan persawahan secara turun temurun menjadi sumber pangan yang diolah dengan sistim pengairan tradisional yang berada di Umbong - umbong (pinggir sungai), pangngisoang, tuyu, siborang, katuhoanna, hassi dll.
• Polipuang (pemukiman)
Polipuang (pemukiman) adalah merupakan areal perumahan penduduk beserta sumber mata pencaharian bertani dan berkebun yang masih terjangkau oleh masyarakat adat untuk kebutuhan pangan dan arealnya yaitu : lamba' (Perkampungan), Hoyane (perkampungan), Patahe (perkampungan), Mea (perkampungan), lianang (kada'/kebun), bongang (kebun), Londoang (kebun), kariango (kebun), tandung (Kebun), pongngasu (kebun), pottarung (kebun), suso (kebun), takkalako' (kebun), miratte (kebun), lemo (kebun), karabaang (kebun), peppisiang (kebun), pareli (kebun), haukkanang (kebun), tarotang (kebun), Umbong - umbong (Rano/sawah), pangngisoang (sawah), tuyu (sawah), siborang (sawah), katuhoanna (sawah), hassi (sawah) dll. 
- Di dalam wilayah adat Hoyane, secara umum penguasaan dan pengelolaan wilayahnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu individu, warisan dan komunal.
1. Wilayah inidividu ini merupakan area - area yang sudah dikelola oleh warga adat seperti area untuk Lipu (hunian), Rano (Sawah), dan Kada' (kebun). (lndividu)
2. Lahan yang dikelola secara turun temurun oleh satu rumpun atau satu garis keturunan (sampemanak) saudara atau sepupu, dan tidak boleh dipindah tangankan ke pihak yang lain, dan apabila sudah tidak dikelolah lagi lahan
itu, maka lahan itu akan kembali ke lembaga adat dan diberikan lagi kepada orang yang akan mengelolahnya. (Warisan)
3. Tanah yang dikelolah secara bersama dan diambil manfaatnya untuk kebutuhan masyarakat adat seperti kayu dll (Tana Karapuan) Komunal 

Kelembagaan Adat

Nama Hoyane
Struktur - Tobara • Tobara Bahine • Pongngarong • Porappi • Pottappa' • Pombala • Pokkallu Baak • Toharani
Para Perangkat Adat meliputi:
• Tobara'
yang memimpin masyarakat adat setempat dan menjalankan hukum adat, Pemimpin Tertinggi Lembaga Adat
• Tobara Bahine
Juru tulis tobara/sekretaris
• Pongngarong
Membangun kehidupan masyarakat (pertanian)
• Porappi
Pendamping pongngarong
• Pottapa
Pandai besi
• Pokkallu Baak
Juru kumpul kepala manusia dalam medan perang dan kepala hewan dalam upacara adat.
• Poppodihata
Pemandu lagu dalam ritual upacara adat
• Pombala
Memperbaiki/memecahkan masalah dalam masyarakat (mengatur perumahan warga)
• Pottutu
Pemandu kegiatan dalam masyarakat adat misalnya upacara adat
• Toharani
Pemimpin perang dan bertugas sebagai keamanan dalam masyarakat adat 
- Hampir secara keseluruhan semua pengambilan keputusan adat di tangan Tomakaka sebagai pemimpin Lembaga Adat.
- ada juga keputusan yang harus diambil secara musyawarah adat (Tosiaya')
dengan para perangkat adat
- Yang masuk dalam keputusan melalui Musyawarah adat Hoyane semisal terjadi Perkelahian, Pencurian, Kasus Tanah, Asusila atau persinahan maka inilah yang akan melewati proses Musyawarah untuk membuktikan informasi tersebut. 

Hukum Adat

- Morano :Melaksanakan Upacara Adat setiap Turun Sawah atau sebelum menghambur beni, yang dilaksanakan di rumah kediaman Pongngarong sendiri
- Masiaya' : Melaksanakan Upacara Adat pada awal musim tanam padi dan pada waktu selesai panen (Syukuran Panen).
- Menggali kubur :
Apabila ada masyarakat adat yang menggali kuburan pada saat musim tanam padi di sawah, padi itu akan di makan tikus dan juga mengakibatkan gagal panen.
 
- Denda satu ekor kerbau, adalah pelanggaran yang termasuk pelanggaran berat seperti : Asusila, Merendahkan derajad orang lain. Denda babi untuk saling memaafkan didenda babi untuk membawa kesalahannya apabila ada orang yang melakukan perselisihan . Denda ayam untuk pelanggaran yang ringan semacam melakukan pencurian Dan semua itu dilakukan dengan cara bermusyawarah (Tosiaya')
- Hal ini bisa menimpa seseorang apabila melakukan kelalaian atau pelanggaran adat, hukuman ini biasanya merupakan peringatan untuk menyadarkan seseorang atas kesalahan yang dilakukannya sesuai dengan pelanggarannya.
Aturan tersebut di atas diberlakukan kepada seluruh masyarakat adat Hoyane dengan maksud tidak mengulangi lagi pelanggaran tersebut dengan istilah Rambu Langi (mau mengambil sesuatu harus bicara dulu atau mendapatkan ijin, segala yang akan dipakai atau dimakan harus bersih dari segala hal, dan harus bisa menyampaikan apa adanya dengan kejujuran). 
- Untuk pendatang yang masuk dalam Komunitas dan melakukan pelanggaran maka Hukum akan tetap diberlakukan, tanpa terkecuali sesuai dengan aturan yang berlaku didalamnya.
- Ketika ada orang yang melakukan perzinahan dengan istri orang lain maka orang tersebut diberikan sanksi adat berupa sanksi berat seperti "Rambu Langi" dengan memotong satu ekor kerbau dimakan bersama masyarakat dan tidak boleh di dibawah pulang kerumah jika tidak dihabiskan maka dibiarkan saia ditempat tersebut. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan - Padi Hea' Kada' (Padi Ladang) dan Hea' Rano (Sawah) - Ubi Jalar , Singkong (hilo Kayu) - Jagung - Kacang Panjang - Daunna Hilo Kayu (Daun Singkong), Saul Lottong, Daun Bulu Nangko, Terong, Labu Siam (rabisa). - Pisang - Durian - Nangka
Sumber Kesehatan & Kecantikan - Kumis kucing = obat Ginjal • Revu Nippon = Obat menyembuhkan Sakit Perut • Lampujang = campuran Bedak • Jahe , kencur = Obat Luka Lebam • Daun Sari kaja = Obat Hypertensi • Kunyit = Obat Penurun Panas • Kunyit, Beras, Daun Pandan = Campuran Bedak
Papan dan Bahan Infrastruktur • Kayu uru (Kayu Cemara) = Batang Kayu Uru Untuk Membuat Tiang Rumah Masyarakat Adat. • kayu besi = Batang Kayu Besi Untuk Membuat Dinding Rumah • Kaju Meranti = Batang Kayu • Kayu Cempaka = Untuk Mebuat Rangka, Dinding, Rumah • Batu = Untuk Alas Tiang Rumah dll.
Sumber Sandang - Bambu = Untuk membuat Nyiru • Daun Pandan (Nase)= untuk membuat Bakul, Tikar, Tudung Kepala
Sumber Rempah-rempah & Bumbu • Cabe, Kencur,Jahe, Sereh, Lengkuas,daun Bawang, Daun Kemangi, Kunyit = untuk campuran bumbu Masak • Mangga, Belimbing, Asam Tuak, Kedundung, Dengen, Patikala = digunakan untuk penyedap masakan
Sumber Pendapatan Ekonomi Padi, Kopi, Coklat