Wilayah Adat

Hono

 Teregistrasi

Nama Komunitas Hono
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota LUWU UTARA
Kecamatan Seko
Desa Desa Padang Balua,Hono,Marante
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 6.736 Ha
Satuan Hono
Kondisi Fisik
Batas Barat Haung Lihulaka, Mungku (Gunung) Padopa, Mungku Songko uhe, Mungku (Gunung) Babusa, Mungku Petampe, Mungku (gunung) Hongka-hongka, dan mungku petarangkeang, Hulu sungai kecil rere Wilayah Sulawesi Barat
Batas Selatan Sungai Saang, Haung (Sungai) Kalasuni, Hauno (suncai) Bengke Wilayah Adat Turong
Batas Timur Haung Lea (Sungai), gunung mubolong, gunung siburu Wilayah Adat Singkalong
Batas Utara Hulu sungai sudede, Mungku ( gunung ) Tinangko, Gunung Takalaka, mungku (gunung) Pupurea Propinsi Sulawesi Tengah

Kependudukan

Jumlah KK 0
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama Butani (Bertani), Mukinete' (Berkebun).

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Asal mula Komunitas Hono sudah sejak dulu ada dari Seseorang yang bernama Tasidung. Sejak 400 Tahun lalu dan menjadi Tobara' pertama di Hono dan kemudian membentuk sebuah Lipu (Kampung) Hono. Tobara' yang dikenal oleh masyarakat adat yang pertama bernama:
Hano yang bernama :
1. Tasidung
2. Tasapa'
3. Tarebo
4. Tapalonde
5. Tatuna'
6. Takillong
7. Takkiara'
8. Ta'ondo
9. Tamerreng
10.Tapussa'
11. Tadaka'
12. Petrus Tabangke
13. Abraham Taburu
Komunitas Adat Hono sudah berada sejak berdirinya Lipu' Hono oleh Tubara Pertama yang masuk dalam Desa Hono, sehinggga Masyarakat adat Hono secara turun temurun mendiami kampung tersebut sampai sekarang dan menyebar luaskan adat istiadat sekaligus mengangkat perangkat adat Hono.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Hutan ( Pasapa' ) Ada':
Kawasan hutan yang tidak bisa dialih fungsikan untuk perkebunan tetapi hutan hanya bisa diambil kayunya khusus untuk ramuan rumah, mengambil rotan, dan untuk melepas ternak seperti kerbau ketika masyarakat turun kesawah.
- Hutan( Pasapa' ) Hutan Keramat :
Hutan yang dilindungi oleh masyarakat adat Hono, hutan ini hanya bisa diambil rotannya atau sejenis obat-obatan, madu atau non kayu.
- Pukineteang (Lahan Perkebunan) :
Lahan yang pernah diolah oleh masyarakat lalu ditinggalkan hanya 3 (tiga) tahun lalu diolah kembali untuk ditanami tanaman palawija seperti, sayur, padi dll
- Litaka' ; ( Sawah )
Lahan persawahan secara turun temurun menjadi sumber pangan yang diolah dengan sistim pengairan tradisional. 
- Di dalam wilayah adat Hono, secara umum penguasaan dan pengelolaan wilayah adat terbagi menjadi satu yaitu wilayah individu dan secara rumpun (keluarga).
• Wilayah individu ini merupakan area - area yang sudah dikelola oleh warga Masyarakat adat seperti area untuk Lipu (pemukiman), Litaka' (Sawah), dan Kinete (kebun). Proses pembagiannya pun harus diputuskan atas persetujuan Tubara' atau pemangku adat. Biasanya di masing-masing lipu (Kampung) ada yang akan menyampaikan informasi ke Tubara' apabila ada warga yang membutuhkan area kelola untuk kebutuhannya. 

Kelembagaan Adat

Nama Hono'
Struktur - Tubara' • Matua Lipu • Pungkalu • Puntampa • Pungsaku - Pumpilade • Pungrere • Pungleha
- Tubara :
Memimpin masyarakat adat setempat dan menjalankan hukum adat atau Pemimpin Tertinggi di Lembaga Ada.
• Matua Lipu :
perpanjangan,tangan tubara melaksanakan aturan adat di satu wilayah
• Pungkalu ;
Bidang pertanian
• Puntampa :
Pande Besi
• Pungsaku :
Bidang pemotongan hewan untuk acara adat Pendamping pongngarong
- Pumpilade
Hakim Adat
• Pungrere
Bidang pengambilan data
- Pungleha :
Mengatur bagian kesenian dan tarian 
- Hampir secara keseluruhan semua pengambilan keputusan adat di tangan Tubara sebagai pemimpin Lembaga Adat.
- Tetapi ada juga keputusan yang harus diambil secara musyawarah adat {Mukobu) dengan para perangkat adat yaitu untuk hal - hal Yang berkaitan dengan upacara adat.
- Yang masuk dalam keputusan melalui Musyawarah adat Hono semisal terjadi Perkelahian, Pencurian, Kasus Tanah, Asusila atau persinahan maka inilah yang akan melewati proses Musyawarah untuk membuktikan informasi tersebut. 

Hukum Adat

- Sumahu':
Penentuan waktu untuk menghambur benih di sawah, ketika padi sudah hampir berbuah
- Mang ahing pingkama :
tanaman padi yang hampir berbuah, Setelah selesai panen dilanjutkan dengan Mangkali su'i (ucapan syukur kepada Tuhan).
- Masyarakat adat Hono apa bila dalam musim tanam dan masyarakat di larang untuk membongkar atap rumah atau mengganti atap, kerena menurut aturan Adat mereka buah padi tidak akan bagus apa bila ada yang melanggar aturan tersebut. 
- Masyarakat adat Hono .di larang keras untuk berzina apa lagi apa bila musim tanam padi seperti:
1. Melakukan perzinahan diberikan denda Pantunu (potong 1 ekor kerbau )
2. Melalukan pembunuhan bayi (Aborsi) dalam kandungan didenda disuruh membayar 1 ekor kerbau.
3. Denda satu ekor kerbau (Pumpulabu) untuk pelanggaran yang ringan semacam melakukan pencurian. Dan semua itu dilakukan dengan cara bermusyawarah (Mokubu').
- Hal ini bisa menimpa seseorang apabila melakukan kelalaian atau pelanggaran adat, hukuman ini biasanya merupakan peringatan untuk menyadarkan seseorang atas kesalahanyang dilakukannya sesuai dengan pelanggarannya. 
- Untuk pendatang yang masuk dalam Komunitas dan melakukan pelanggaran maka Hukum akan tetap diberlakukan, tanpa terkecuali sesuai dengan aturan yang berlaku didalamnya.
- Ketika ada orang yang melakukan asusila dengan istri orang lain maka orang tersebut diberikan sanksi adat berupa sanksi berat seperti Pantunu dengan memotong satu kerbau dan dimakan bersama masyarakat adat Hono.
- Jika ada yang melakukan Ummalaha' (berselingkuh) : Maka akan dikenakan sanksi satu ekor kerbau yang berukuran besar yang masyarakat adat Hono menyebutnya "Nilabu' (didenda satu ekor kerbau besar.) Umpu Manauang (mencuri) jika ada yang melakukan pencurian maka akan didenda sesuai dengan benda atau barang yang dicuri Misalnya si "A" mencuri ikan dikolam si "B" maka akan didenda satu ekor kerbau yang ukurannya ditentukan oleh "Pumpilade"(HakimAdat). 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan - padi, umbi-umbian, jagung, Padi (Padi mapasi Tarone). • Kacang hijau dan Kacang panjang. • Pisang, Nangka, kopi, dll. • Sawi, Bayam, Kacang panjang, Terong, Kai lopo, Daun Daun Bulu Nangko (Hali Nangko), Umbu Rotan (Ohong Uhe dan Umbu Banga Ohong Salihoa).
Sumber Kesehatan & Kecantikan - kumis kucing = Untuk Obat Ginjal • jahe = untuk obat masuk angin • Daun Sari kaja, Daun Maradda', Daun Bulu Nangko dll = untuk obat hypertensi • Kunyit, Beras, Daun Pandan = untuk campuran Bedak • Kemiri, Kelapa, sereh = untuk penyubur rarnbut dan penghilang ketombe
Papan dan Bahan Infrastruktur • Kayu Uru - Kayu Tahiti - Kayu Besi - Kayu uru (Kayu Cemara) • kayu Nato • Kayu Betau (bance) • Kayu Cempaka • Kayu pakanane • Kayu cendana • Kayu maralitak • Batu = Untuk Alas Tiang Rumah dll.
Sumber Sandang - Kapas = untuk membuat bantal dan kasur • nase = untuk membuat Bakul, tikar, Tudungt Kepala dll. • Rotan = untuk membuat pengikat, kursi dll • Bambu = untuk membuat nyiru dll.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Kencur, Jahe, Sereh, Lengkuas, daun Bawang, Daun Kemangi, Kunyit = untuk campuran bumbu Masak • Mangga, Belimbing, Asam Tuak, Kedundung, Dengen, Patikala = digunakan untuk penyedap masakan
Sumber Pendapatan Ekonomi Padi, Coklat, Kopi, Jagung, Dll