Wilayah Adat

Kageroa

 Teregistrasi

Nama Komunitas To Bada
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota POSO
Kecamatan Lore Barat
Desa Kageroa
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 4.010 Ha
Satuan Kageroa
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Desa Tuare / Bulu Limbo
Batas Selatan Sunga Lairiang
Batas Timur Uwai Tumbu / Air Hidup
Batas Utara Sungai Halu Mpalili

Kependudukan

Jumlah KK 96
Jumlah Laki-laki 103
Jumlah Perempuan 109
Mata Pencaharian utama Pertanian

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Bagi orang-orang yang tinggal di lembah bada dikenal sebagai masarakat adat poto towia ada tampo bada tak ada satupun alasan yang yang jelas ataupun didapat tetapi dari berbagai analisa
historis dalam kehidupan kepercayaan hukum masyarakat adat menurut ceritra orang-orang
terdahulu sebelum masyarakat adat tampo bada tinggal di desa kageroa nenek moyang mereka
terdahulu tinggal di kampung tua yang bernama kinta hambali langke bulawa dan di sanalah mereka tinggal bersama nenek moyang mereka terdahulu dan di tandai sebuah patung yang dijuluki langke bulawa. setelah beberapa tahun kemudian terjadi pecahan kk dan pada akhirnya mereka pindah ke desa kageroa dan orang pertama tinggal di kageroa benama togapa

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Sistem penguasaan dan pengelolaan wilayah berdasarkan atas kepemilikan pribadi dan pengelolaanya berdasarkan aturan-aturan lembaga adat dan melalui peraturan desa. 
Sistem penguasaan dan pengelolaan sumberdaya di kelolah oleh masyarakat adat 

Kelembagaan Adat

Nama Tu'analwanua
Struktur Topooboka = KetuaAdat Guruntolisi = Sekretaris Topamboli = Bendahara Suroatautopeola = Anggota Ketua sekertaris dan anggota kelembanaan adat
Ketua kelembagaan adat mengkoordinir beberapa sekertaris dan anggota 
Musyawarah 

Hukum Adat

Ada Mowahe Boso (upacara adat selamatan temak Kerbau) yaitu upacara motinuwu'lbaulu (kerbau) yang mirip upacara agama primitif tentang korban sembelihan untuk cucuran darah dengan makna agar keselamatan dan kesehatan selanjutnya perkembangbiakan kerbau telah menginjak tetesan darahakan meningkat. Hal ini erat hubungannya dengan system perawatan ternak karena di samping darah sembelihan dilengkapi dengan berbagai macam ramuan obat-obat tradisional yang
di percikan ketubuh Kerbau dan yang lainnya disemburkan ke arah Kerbau.

Ada Mohia, Mobata 'Bonde atau Hai Mobelai Tampo (Upacara adat pembukaan lahan kebun dan sawah ) adalah awal dari segala kegiatan pembukaan lahan baru percetakan sawah baru. Mohia artinya membagi- bagi lahan perkebunan untuk tiap orang/keluarga. Mobata bonde atau Mobelai Tampo artinya kegiatan awal melukai tanah lahan usaha perkebunan secara adat bagi orang tertentu, yang selanjutnya bekerjasama atau secara gotong royong. Upacara tersebut pelaksanaannya merupakan upacara agama primitif yang memandang darah percikan dari korban sembelihan berupa manusia, hewan (Kerbau, Babi Merah, dan paling kecil Ayam). Hal ini Ada Tampo Bada menetapkan tidak perlukan lagi dan diganti dengan upacara keagamaan (ibadah syukur).

Ada Manggala Uwai (upacara adat membuka saluran air persawahan) yaitu upacara yang serupa dengan upacara adat Ada Mohia, Mobata'Bonde atau Hai Mobelahai Tampo, dimana kecendrungan upacara agama primitif dengan korban darah sehingga sebelum air dilepas masuk melalui jalurnya (mata air), Babi merah diletakkan di pintu air kemudian pintu air di buka atau lepas di jalur, Babi disembelih sehingga air mengalir bersama darah. 
• Ada Potinuwu ( adat selamatan )merupakan satu hal yang mutlak dilaksanakan berupa upacara pengucapan syukur keselamatan
• Ada pelingka'i ( adat perkawinan melangkahi kakak kandung) yaitu dalam hal saudara kandung kakak beradik sejenis/berbeda kelamin dan apabila mendahului kakaknya dalam perkawinan maka yang adik diwajibkan mengadakan Ada Pelingka' i dan diberikan kepada kakaknya laki-laki atau perempuan,
seperangkat kain celana dan sarung, bila wanita seperangkat baju wanita dan sarung.
• HoloTawine (Mas Kawin/Mahar) yaitu dimana maskawin atau mahar wanita Bada terdiridari :
- Porantuai : 1 ekorKerbau
- Polaki'i: 1 ekorKerbau
- Pambawa'abaru: 1 ekorKerbau
- Porarei : 1-4 ekorKerbau
- Peluhi (ikatanparang)
jumlah ikatan terdiri dari masing-masing ikatan 10 mata menurut jumlah ekor Kerbau mahar
- Mata umi : I ekorBabi
- Tomempauba/kauwahea : 1 mata kapak Katampua yaitu pembantain Kerbau menurut kebutuhan melihat kehadiran anggota masyarakat yang turut berbela sunzkawa. 
Orang yang berbuat zina akan dikenakan denda (ragivu) satu ekor kerbau atau denda berupa uang sebesar Rp.1.000.000,- 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, pisang, ubi kayu
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kunyit
Papan dan Bahan Infrastruktur hutan produksi dan terbatas
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kunyit, sere, Lengkuas
Sumber Pendapatan Ekonomi Pertanian