Wilayah Adat

Wilayah Adat Balai Padang

 Teregistrasi

Nama Komunitas Balai Padang
Propinsi Kalimantan Selatan
Kabupaten/Kota HULU SUNGAI SELATAN
Kecamatan Loksado
Desa Malinau
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Wilayah Adat Balai Padang
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Kampung Kandihin (Desa Halunuk)
Batas Selatan Kampung Lalapin (Desa Batung), Balai Belawaian (Desa Belawaian – Kab. Tapin)
Batas Timur Balai Ma’abai (Desa Kamawakan)
Batas Utara Balai Bidukun (Desa Malinau)

Kependudukan

Jumlah KK 16
Jumlah Laki-laki 27
Jumlah Perempuan 33
Mata Pencaharian utama Penyadap karet Kayu Manis, Keminting (Kemiri), Jengkol, Bertani, bambu

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Balai Padang didirikan oleh Datu Pamadak, Datu Padang, Mariyuh, Damang Hauk, Datu Mahidak, dan Datu Mamangkar Tihang Garangkai, nama Balai Padang diambil dari nama tumbuhan Padang yang banyak tumbuh diwilayah tersebut.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pahumaan : Tempat untuk menanam padi yang berhubungan dengan ritual adat.

Kabun : Termasuk hutan produksi lokal misalnya (Kemiri, Kayu Manis dan kebun karet).

Jurungan : Hutan yang bisa dimanfaatkan untuk Pehumaan kembali setelah jangka waktu 5-7 tahun.

Kayuan : Hutan yang tidak bisa di ganggu tanpa ada kesepakatan warga setempat dan hutan kayuan tidak boleh di tebang atau keramatkan oleh warga setempat.

Karamat : Tempat yang di sakralkan oleh warga setempat seperti kuburan dan tempat bertapa,dan tempat tersebut tidak boleh di rusak oleh masyarakat setempat termasuk orang luar.
 
1. Hak Perorangan : Hak yang di dapatkan dari proses jual beli atau membuka ladang baru.

2. Hak Komunal : Hak yang di kelola bersama.

3. Hak Waris : Hak yang diturunkan dari nenek moyang atau orang tua.
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Balai Padang
Struktur Tutuha Balai, Pangulu
Tutuha Balai :
1. Pengambil keputusan tertinggi untuk yang berhubungan dengan pihak luar.
2. Memimpin Upacara adat pada tingkat komunitas.
3. Mengetahui batas batas wilayah dengan wilayah adat lain.
4. Mengetahui batas batas pemanfaatan lahan sesuai dengan pemanfatan tradisi dan adat yang berlaku.
5. Melakukan pemantauan pemanfaatan lahan komunitas maupun individu.
6. Mengetahui batas batas kepemilikan lahan secara perorangan.

Pangulu :

1. Pengambil keputusan pada tingkat internal wilayah Balai Adat.
2. Melaksanakan mandat aturan aturan adat dari Pangulu.
3. Pelaksana ritual ritual adat seperti perkawinan, kematian dan kelahiran.

 
Musyawarah dan di putuskan oleh Penghulu Balai apabila tidak selesai baru ketingkat Damang  

Hukum Adat

1. Dalam areal keramat seperti kuburan, keberadaannya tidak ada boleh diganggu dalam bentuk apapun.

2. Dalam kawasan Kayuan (sebuah kawasan perlindungan tradisi), pemanfaatan kayu sangat di batasi. Hanya diperbolehkan untuk kebutuhan subsiten seperti rumah dan balai adat. Tidak diperbolehkan sama sekali untuk alasan komersial.

Jika melanggar, maka akan diputuskan dalam peradilan adat yang dipimpin oleh Tatuha Balai. Diputuskan jenis pelanggarannya dan di tetapkan denda adat dengan ukuran tahil. Hukuman paling berat adalah di usir dari komunitasnya.
 
Perselisihan karena tapal batas tanah orang per orang, maka tuha Balai atau Pangulu yang akan memutuskan siapa yang bersalah dengan berembuk. Yang bersalah dikenakan denda dalam bentuk tahil (bisa di nilai dengan uang atau barang), sesuai dengan tingkat kesalahan yang di tetapkan. 
Mencuri kayu dari kawasan kayuan untuk alasan komersial, akan mendapatkan denda adat sesuai dengan besar kayu dan jenis kayunya. Bahkan jika kesalahan diulangi lagi, anggota komunitas bisa di usir dari wilayah komunitasnya. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Karbohidrat : Padi, Umbi-Umbian, Jagung, Sagu Protein : Kacang Tanah Vitamin : Sawi, Labu, Pepaya, Madu
Sumber Kesehatan & Kecantikan Akar Arau : Untuk obat keputihan Pasak Bumi : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Buah Limpaso : Untuk obat penghilang bekas jerawat Laos : Untuk obat penyakit kulit ( panu ) Akar Pikajar : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Butuh Ulin : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Sintuk
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbia : Untuk atap rumah Pohon Bambu : Untuk dinding rumah Pohon Sungkai : Untuk tiang rumah
Sumber Sandang Pohon Kumut : Digunakan untuk pembuatan tali sandang lanjung Alangam (tumbuhan pakis) : Digunakan untuk pembuatan gelang dan cincin Simpai tradisional Rotan : Digunakan untuk pembuatan barang-barang kerajinan tangan.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kemiri, Serai, Kunyit, kayumanis, Jahe dan Kencur
Sumber Pendapatan Ekonomi Kayu Manis, Karet, Talas, Pisang, Umbi kayu, kacang tanah, cabe rawit, keminting (kemiri), Sintuk, madu lebah hutan dan bambu.