Wilayah Adat

Desa To Bada Tomehipi

 Teregistrasi

Nama Komunitas To Bada
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota POSO
Kecamatan Lore Selatan
Desa Tomehipi
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.361 Ha
Satuan Desa To Bada Tomehipi
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Sungai Lounta'a
Batas Selatan Desa Pehuanga
Batas Timur Desa Lengkeka/ Balo katu
Batas Utara Desa kageroa/ Sungai Lariang

Kependudukan

Jumlah KK 101
Jumlah Laki-laki 176
Jumlah Perempuan 178
Mata Pencaharian utama Pertanian

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Desa Tomehipi berasal dari wilayah Rato. Seorang lelali yang mengembara dan menelusuri salah satu sungai kecil kemuadian mendengar suara hewan yang terjepit pada salah satu pohon kayu. Ternyata pohoin tersebut adalah seekor tarsius (Tangkeda). Maka lelaki itu membuka kebun yang dinamakan Boya yang sekarang disebut kampung atau desa Tomehipi. Nama lelaki itu ialah Mangkapa. Desa Tomehipi diresmikan pada tahun 1908

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Disesuaikan dengan pedoman adat Poto Towia ada Bada
Wumbu wana: wilayah berupa hutan yang tidak boleh dimasuki orang
Wana: hutan larangan
Pandulu: hutan produksi
Bonde: kebun
Polida'a:persawahan
Powanua: pemukiman
 
Sistem penguasaan dan pengelolaan wilayah berdasarkan atas kepemilikan pribadi dan pengelolaannya berdasarkan aturan-aturan lembaga adat dan melalui peraturan desa. 

Kelembagaan Adat

Nama Tu'ono Iwanua
Struktur Topo Oboka Guruntolisi Topamboli Suro atau Topeola
Topo Oboka: ketua
Guruntolisi: Sekretaris
Topamboli: Bendahara
Suro atau Topeola: Anggota
 
Musyawarah lembaga adat 

Hukum Adat

Ada mowahe boso (upacara adat selamatan ternak kerbau) yaitu upacara motinuwu'inabulu (kerbau) yang mirip upacara agama primitif tentang korban sembelihan untuk cucuran darah dengan makna agar keselamatan dan kesehatan selanjutnya perkembangbiakan kerbau telah menginjak tetesan darah akan meningkat. Hal ini erat hubungannya dengan sistem perawatan ternak, karena di samping darah sembelihan dilengkapi dengan berbagai macam ramuan obat tradisional yang dipercikkan ke tubuh kerbau dan lainnya disemburkan ke arah kerbau.

Ada mohia, mbobata 'bondeatau hai mobelai tampo ( upacara adat pembukaan lahan kebun dan sawah) adalah awal dari segala kegiatan pembukaan lahan baru, percetakan sawah baru. Mohia artinya membagi-bagi lahan perkebunan untuk tiap orang/ keluarga. Mobantabondea tau mobelai tampo artinya kegiatan awal tanah lahan usaha perkebunan secara adat bagi orang tertentu, yang selanjutnya bekerja sama atau gotong royong. Pelaksanaan upacara tersebut merupakan upacara agama prmitif orang yang memandang darah percikan dari korban sembelihan berupa manusia, hewan (kerbau, babi merah, dan paling kecil ayam). Hal ini ada tampo bada menetapkan tidak diperlukan lagi dan digantikan dengan upacara keagamaan (ibadah syukur)

Ada manggala uwai (upacara adat membuka saluran air persawahan) yaitu serupa dengan upacara adat Ada Mohia, Mobata'bondeatau Hai Mobelahai Tampo, yang mana cenderung seperti upacara primitif dengan korban darah sehingga sebelum air dilepaskan untuk masuk melalui jalurnya (mata air), babi merah diletakkan di pintu air kemudian pintu air dibuka atau lepas jalur. Babi disembelih sehingga air mengalir bersama darah.
 
Ada potinuwu (adat selamatan): upacara yang mutlak dilakukan untuk mengucap syukur.

Ada pelingka'i (adat perkawinan melangkahi kakak kandung): dalam saudara se kandung kakak beradik entah sejenis atau berbeda kelamin jika mendahului kakaknya dalam perkawinan maka upacara ini wajib diadakan oleh adiknya untuk kakaknya.

Holotawine (mas kawin/mahar) bagi wanita Bada terdiri dari:
- porantuai: 1 ekor kerbau
- polaki'i: 1 ekor kerbau
- pambawa'abaru: 1 ekor kerbau
- porarei: 1-4 ekor kerbau
- peluhi (ikatan parang): jumlah ikatan terdiri dari masing-masing ikatan 10 mata menurut jumlah ekor kerbau mahar
- mata umi: 1 ekor babi
tomempauba/ kauwahea: 1 mata kapak

katampua: pembantaian kerbau menurut kebutuhan melihat kehadiran anggota masyarakat yang turut berbela sungkawa.

Ombo adalah suasana nyepi atau hikmat pertanda belasungkawa yang dalam, yang tidak membenarkan segala bentuk keributan, teriakan, bunyi-bunyian, orang berkuda harus membuka topi, tidak boleh memotong kekayuan di sekitar wilayah orang meninggal dunia.
 
Salah gau adalah tidak sengaja masuk atau tidur di kamar perempuan dapat dinakan giwu berupa 1 ekor kerbau. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan padi, umi-ummbian, jagung, sagu, pisang
Sumber Kesehatan & Kecantikan jambu biji: pucuknya direbus untuk diminum tali pai: untuk penyembuhan patah tulang sambung nyawa: untuk obat penyakit dalam rica kuda: untuk obat sakit gigi
Papan dan Bahan Infrastruktur bambu: untuk atap rumah rumbia: untuk atap rumah rotan: untuk atap rumah alang-alang: untuk atap rumah pohon kanore: untuk tiang rumah pohon bara'alo: untuk tiang rumah pohon uru: untuk tiang rumah
Sumber Sandang pohon popede'a: kulitnya untuk kain vuya
Sumber Rempah-rempah & Bumbu bawang merah, kunyit, rica, jeruk, kumis kucing, daun balacai
Sumber Pendapatan Ekonomi Pertanian