Wilayah Adat

Kenegerian Pangkalan Serai

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kenegerian Pangkalan Serai
Propinsi Riau
Kabupaten/Kota KAMPAR
Kecamatan kampar kiri hulu
Desa pangkalan serai
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 39.650 Ha
Satuan Kenegerian Pangkalan Serai
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Berbatasan dengan wilayah adat Sumbar ( Kampuang Mangunai Tenggi, Unggan, Coghan ) meliputi batas : (Bukik Pungguang Ladiang/Bukik Cinduang dan Bukik Pintu Angin, Sungai Baombun )
Batas Selatan Berbatasan dengan wilayah adat Sumbar dan Kuansing meliputi batas : (Bukik nan Lokuak nan tigo dan bukik Pokia berbatas dengan Sumbar, Unggan. Bukik Batang Sopan dan Goduang Pamatang berbatasan dengan Kuansing)
Batas Timur Berbatasan dengan wilayah adat Kenegerian Terusan meliputi batas : (Antau Kilang, Pamatang Sungai Nalai, Menuju Bukik Kojan )
Batas Utara Berbatasan dengan wilayah adat Kekhalifahan Ludai meliputi batas : (Bukik Batang Sianik)

Kependudukan

Jumlah KK 107
Jumlah Laki-laki 256
Jumlah Perempuan 259
Mata Pencaharian utama Petani Karet

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kenegerian Pangkalan Serai Merupakan salah satu Kenegerian yang ada didalam Kekhalifahan Batu Sanggan. Kenegerian Pangkalan Serai ini terletak di hulu sungai subayang, yang dahulunya sebelum pelabuhan gema ada, Masyarakat Adat Kenegerian Pangkalan serai ini lebih banyak yang pergi belanja untuk kebutuhan sehari-harinya ke Sumbar.

Kekhalifahan Batu Sanggan, dipimpin oleh seorang khalifah yang berasal dari kenegerian Batu Sanggan, disetiap negeri terdapat pucuk negeri dan pucuk rantau yang disebut Andiko Besar duo sekato artinya yang memimpin daratan dan air disetiap negeri”. Di kekhalifahan Batu sanggan ada orang besar raja yaitu Datuk Bendaharo Hitam yang tinggal di pangkalan serai yang menunda kaparsesak di rantau lubuk sago sewaktu Raja hilir, rantau lubuk sago dihilir lubuk cimpur disebut rantau Datuk Bendaharo Hitam Pangkalan Serai. Kekhalifahan batu sanggan terdiri dari enam negeri atau Kotak Nan Onam, kenegerian yang berada di dalam Kotak Nan Onam yaitu Batu Sanggan, Miring, Gajah Bertalut, Terusan, Aur Kuning dan Pangkalan Serai.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Rimbo adalah sebutanuntukhutansecaraumum. Belukaradalahsebutanuntukwilayah yang tidak di kelolalagi, ataubekaskebun yang sudah di tinggalkan

 
Kawasan hutan adalah kawasan dengan kepemilikan Komunal
Kawasan Pemukiman dan perkebunan adalah kawasan dengan kepemilikan pribadi yang diturunkan berdasarkan keturunan
Kawasan sungai adalah kawasan yang kepemilikannya berkelompok dan komunal, seperti lubuk larangan yang di inisiasi oleh pemuda dan ninik mamak
 

Kelembagaan Adat

Nama Kenegerian Gajah Bertalut
Struktur Datuk Pucuk Godang kaNagori/rantau, Para Ninik Mamak, Mamak Kampung, Tunganai
 Sinaro : Penyelesai sangketa antara mamak sama mamak di dalam Nagari
 Dt. Bijayo ( Dt, Pucuk besar ke rantau): Yang dituakan sehari didahulukan selangkah dibagian rantau
Dt. Pucuk : Yang memegang kuasa didalam suatu acara adat dalam Nagari
Mamak Kampung : Melaksanakan perintah dari datuk pucuk 
Musyarawar dan Mufakat(duduak baundiang sakampuang)  

Hukum Adat

Wilayah Adat adalah milik persukuan , dapat dikelolah oleh masyarakat namun tidak boleh di perjual belikan

 
Tidak diperbolhkan kawin satu suku ( di anatau ka bukik tak ba angin ka lugha tak ba ayu)
 
Jika melanggar hokum adat yang sudah ditetapkan maka akan dikenakan sangsi berupa orang tersebutakan di usir dari kampung

 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan padi, ubi, dan jagung.
Sumber Kesehatan & Kecantikan DaunMpikladang,daun capo, ( untukobatdemam ). Sirih, (obatsakitperut)
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbio(untuk atap rumah ladang) Daun Pandan (untuk bahan membuat tikar) Rotan (Buat tikat rotan)
Sumber Sandang Kulit Torok ( untuk penyumpal sampan ) Damar (untukpenjejal sampan) Rotan (bisa dibuat lemari dan kursi )
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Daunsalam, lingkuas,kunyit,asam kandis,dll
Sumber Pendapatan Ekonomi hutan dan sungai