Wilayah Adat

Polak Muntogat/Limosua

 Teregistrasi

Nama Komunitas Limosua
Propinsi Sumatera Barat
Kabupaten/Kota KEPULAUAN MENTAWAI
Kecamatan Pagai Selatan
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 4.943 Ha
Satuan Polak Muntogat/Limosua
Kondisi Fisik
Batas Barat Laut ( Asat Sigoiso’, Asat Sabeu, Takpueba, Ingra, Tunang Baroasi, Okgaga )
Batas Selatan Surat Aban ( Bagat Simalaggigi, Tunang Tobe’ )
Batas Timur Sinakak / Korit bua ( Leleu Pasongan )
Batas Utara Lakkau ( Bagat tirit ruba, leleu sinakak,)

Kependudukan

Jumlah KK 51
Jumlah Laki-laki 118
Jumlah Perempuan 82
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Komunitas masyarkat adat Limosua berada di Dusun Limosua Desa Bulasat Kecamatan Pagai Selatan. Nenek moyang masyarakat adat Limosua berasal dari Sikaute. Akan tetapi, sebelumnya sudah pernah datang suku Samaloisa dari Bulasat dan tujuan mereka hanya mencari hasil laut seperti lak – lak ( sejenis kerang laut yang bernilai tinggi) dan udang laut ( kotduru).

Suku pertama yang menetap disini adalah suku Taileleu yaitu Yunus Taileleu dan Lazarus Taileleu. Mereka menelusuri pantai Barat Pagai Selatan dengan naik perahu besar ( Kalabbak ). Kemudian mereka menemukan suatu teluk yang tenang untuk berlabu namanya bagat gukguk dan mereka turun kedarat yang lokasinya bernama Tiop. Mereka melihat bahwa lokasi yang baru sangat baik dan cocok untuk menetap dan membuka perladangan baru. Mereka kembali lagi ke Sikaute. Beberapa tahun kemudian mereka pergi lagi ketempat yang sudah mereka temukan. Membuka perkampungan baru dan menetap disana. Pertama sekali mereka membangun uma sabeu. Mereka juga mengadakan punen sebagai tanda syukur menempati perkampungan yang baru karena pada saat itu masih menganut Arat Sabulungan.
Ketika mengetahui sudah ada yang mengetahui loksi Tiop berpenghuni, maka datang lagi orang dari Bulasat yaitu :Sitak Masakak Samaloisa, Sakeiru Samaloisa, Yunus Samaloisa dan Kaubet
Samaloisa.
Awalnya nama kampung pertama sebelum Tiop adalah kosai artinya banyak jenis kerang yang menempel di akar bakau. Lalu karena mereka hidup dan membuka perladangan ditepi sungai Tiop, maka diganti lagi namanya menjadi Tiop. Semakin lama semakin banyak yang bertambah,
dan mereka juga sudah mengelola lokasi di seberang Tiop dan ada tanjung ( tunang
Patuiluat ),akhirnya mereka pindah dari Tiop. Pada saat pembukaan lahan pertama nenek moyang ternyata banyak menemukan pohon Limosua, maka diberilah nama kampungnya
Limosua. Rimata pertama saat pendirian Uma adalah Sitoktok Taileleu. Kemudian digantikan oleh Samuel Taileleu dan yang terakhir adalah Lazarus Taileleu. Kepala kampung pertama adalah Yunus Samaloisa, kepala banjar adalah Golat dan wakil nagari adalah Siruaguileat.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

a. Wilayah adat yang berada dipinggir sungai
umumnya tidak boleh diganggu, kalau
dikelolah maka kearifan local wajib
menanami dengan pohon yang cepat
tumbuh untuk menjaga agar tidak longsor (
pohon tobe’
b. Hulu sungai umumnya tidak boleh digarap
apalagi dikotoriOnaja adalah rawa yang ada
di wilayah adat, digunakan untuk tanaman
keladi,sagu dan diperuntukkan bagi seluruh
anggota komunitas.
c. Suksuk adalah dataran rendah yang
biasanya digunakan untuk tanaman pisang,
buah – buahan
d. Leleu adalah gunung yang digunakan untuk tanaman tua seperti : cengkeh, pala.
Ada beberapa tempat yang mesti dijaga yang diberi nama boleleu, potingan, dan lain– lain
e. Baruk adalah dataran ditepi pantai yang biasanya ditanami kelapa.

 

Kelembagaan Adat

Nama Uma
Struktur Rimata Sikautet Lulak Sikerei Sikebbukat
1. Rimata

Merupakan pempinan dalam sebuah

uma/muntogat dan berperan memimpin
seluruh acara atau kegaiatan yang diadakan
didalam uma seperti yang menyangkut dalam
pengelolaan wilayah adat, acara pernikahan,
dan lain – lain
2. Sikerei
Merupakan seorang tabib didala uma. Berperan
membuat ramuan obat untuk orang yang sakit,

memimpin acara ritual adat seperti pesta
sebelum berburu, mendirikan uma yang baru,
membuka lahan baru dan lain –lain. Sikerei juga
berperan dalam membuat pagar wilayah agar
terhindar dari bahaya yang mengancam
3. Sikautet lulak
Berperan dalam membantu rimata dalam
menjalankan tugas didalam uma, sebagai
mediasi antara suku yang lain, member tahu
masalah kepada rimata, dan ikut dalam
pengambilan keputusan terhadap suatu masalah
yang terjadi didalam uma
4. Sikebbukat
Berperan sebagai tetua adat yang membimbing
para anak muda didalam uma sekaligus
membantu seorang rimata dalam mendapatkan
informasi – informasi didalam uma. Berperan
juga dalam musyawarah adat didalam uma
 
Musyawarah Adat 

Hukum Adat

a. Pinggir sungai wajib ditanami pepohonan
yang berakar kuat untuk menjaga longsor
b. Boleleu adalah tempat keramat, tempat roh
leluhur yang tidak bisa dikelolah

c. Leleu yang berada dihulu sungai tidak boleh
digarap ataupun digunduli karena menjadi
sumber air bersih serta sarana transportasi.
d. Leleu tempat sikerei mengambil ramuan
obat tidak boleh sembarangan dimasuki
 
a. Jika pendatang ( sitoi ) ingin mengelolah
wilayah adat, dia wajib meminta kepada
sibakkat laggai ( penghuni pertama wilayah
adat )
b. Sitoi tidak boleh menjual tanah yang
diberikan dan harus menghormati aturan
adat yang berlaku
c. Pelamaran seorang gadis harus dilakukan
oleh pihak orang tua laki – laki ke pihak
orangtua perempuan ( pasangan yang mau
menikah ) tidak boleh saling bertemu.
d. Seorang laki – laki yang akan menikah harus
sudah memiliki kebun , pandai memanah,
pandai menggunakan beliung dan kampak.
 
a. Jika sesorang terbukti mencuri maka sanksi
yang diberikan adalah membersihkan lokasi
perkampungan dan lahan seseorang yang
sudah dirugikan
b. Jika salah seorang terbukti mengguna –
gunai warga maka ia diusir dari kampung
atau bahkan dibunuh
c. Jika ada terjadi perselingkuhan maka laki –
laki akan didenda oleh pihak perempuan
denga sebutan tulu. Tanaman dan sebidang
tabah akan menjadi milik pihak perempuan
setelah dipertimabangkan oleh rimata dan
pembantunya sikautet lulak
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan - Keladi - Pisang - Sagu - ubi kayu - ubi jalar - Kelapa - daun ubi - Talas - daun pakis
Sumber Kesehatan & Kecantikan KESEHATAN: - Aileppet - Kiniu - Kainau - Boblo - Surak - Siruabua - Sibulagat - Sikopuk - Pelekak KECANTIKAN: Takkuku Simanda Pandan kainau
Papan dan Bahan Infrastruktur - Karai - Manggeak - Rotan - Katuka - Tumung - Mancemi - Aribuk - Ugla - Koka - Elagat - Panese
Sumber Sandang - Kulit baiko - Kulit tobe - Kulit bake - Pelage - Rangou - Sasa - bebeget
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Cengkeh - Pala - Cabe - Simanda - Kiniu - Baglai - Laigak - Sikopuk
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten 11 PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN UMA SEBAGAI KESATUAN MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen