Berita BRWA

Pelatihan Penyiapan Basis Data dan Analisis Tata Ruang Bersama FOKER LSM Papua

Senin, 03 September 2018 , admin

Kasmita Widodo dan Abner Mansai memberikan sambutan pada Pelatihan Pengembangan Basis Data dan Analisis Tata Ruang untuk Sekretariat dan Regio FOKER LSM Papua

Pengelolaan dan pengolahan data yang optimal lalu dikemas dengan tepat dapat berdampak pada perubahan kebijakan, maka bangun sedikit narasi selanjutnya biarkan data yang berbicara.  

Direktur Badan Registrasi Wilayah Adat, Kasmita Widodo, menyampaikan pentingnya pengelolaan data untuk memperkuat advokasi pelindungan hak masyarakat adat. Sebab, data yang valid dan memadai menjadi landasan bagi pemangku kebijakan dalam membuat keputusan yang tepat. Selain itu, data yang disajikan secara baik dan menarik bisa memberikan gambaran visual secara cepat kepada pembaca atas kondisi yang terjadi.

“Dengan analisis dari data (spasial) yang kita miliki bisa menampilkan situasi tenurial di Jayapura. Saat ini ruang kelola masyarakat adat di Jayapura sudah sedikit karena telah habis terbagi-bagi ke dalam kawasan hutan, perizinan, dsb. Lalu di mana ruang hidup masyarakat adat berada? Ini adalah satu pertanyaan kritis yang bisa disampaikan kepada pemerintah. Pertanyaan ini bisa memiliki kekuatan yang dapat mendorong perubahan jika disertakan dengan data dan analisis yang valid,” Ujar Kasmita.

Kasmita mengingatkan bahwa sebanyak apapun data hanya akan menumpuk di gudang data jika tidak tahu bagaimana cara mengoptimalkannya. Dibutukan tim pengelola data. Tim ini yang akan bertugas melakukan penyusunan, analisis dan pengemasan data sehingga dapat digunakan untuk dukungan advokasi. Data wilayah adat misalnya, jika dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan untuk advokasi mendorong pengakuan wilayah adat, penyelesaian konflik tenurial, bahkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dll.

Kebutuhan tentang pengelolaan data yang baik menjadi latar belakang diadakannya kegiatan pelatihan Penyiapan Basis Data dan Analisa Tata Ruang Bagi Sekretariat dan Partisipan FOKER LSM Papua di Jayapura yang berlangsung tanggal 20-22 Agustus 2018 lalu. Kegiatan ini adalah kerjasama antara LSM FOKER Papua dengan BRWA untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam pengelolaan data, penyiapan basis data dan analisis data untuk tata ruang. Peserta pelatihan berasal dari sekretariat dan partisipan FOKER LSM Papua di beberapa Regio, yaitu Regio Utara, Selatan, Teluk Cendrawasih, Pegunungan Tengah, dan Kepala Burung.

Direktur Sekertariat FOKER LSM Papua, Abner Mansai menyampaikan bahwa pengelolaan data di masing-masing Regio, masih belum optimal. Selama ini Region telah mengumpulkan berbagai data, namun kemudian data tersebut hanya diserahkan ke sekretariat. Abner Mansai mengatakan “Kita ingin membangun database yang terintegrasi bukan hanya terpusat di Sekretariat. Setiap Regio memiliki isu masing-masing dan kami ingin datanya terintegrasi. Jadi, data yang ada di Regio sama dengan yang ada di pusat dan sebaliknya. Program ini sekaligus upaya memperkuat Regio. Semuanya tidak lagi berkembang dan terpusat di sekretariat, melainkan sama-sama berkembang.”

Abner Mansai, Direktur Sekretariat FOKER LSM Papua memberikan arahan dan tujuan pelatihan

 

Peserta pelatihan memiliki antusias yang tinggi. Diakui mereka, peningkatan kapasitas terkait data dan pengelolaannya menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Selama ini data yang ada hanya dikumpulkan dan digunakan apa adanya. Dengan melakukan pengelolaan data yang baik, peserta menyadari data yang dimiliki memiliki kekuatan untuk menyuarakan kondisi masyarakat, bahkan mereka dapat melihat kebutuhan data yang harus dikompilasi untuk memperkuat argumen.

Pelatihan ini menjadi langkah awal FOKER LSM Papua dalam membangun sistem data terintegrasi. Sekretariat dan partisipan FOKER LSM Papua sepakat memakai pendekatan wilayah (spasial) dan isu dalam menyusun struktur data bersama. Adanya basis data dengan pendekatan wilayah dan isu yang terintegrasi dari setiap Regio menjadi upaya FOKER LSM Papua untuk menguatkan advokasi pengakuan hak masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat. (A.Noor, 3/9/2018)

Berita Lain